Menuju konten utama

Mbak Ita Bongkar Pengakuan Dosa Suami saat Bahas Iin dan Setoran

Mbak Ita emosi tahu suaminya diam-diam bertemu Iin Kepala Bapenda, jadi tak sempat tanya detail ke suaminya soal asal setoran.

Mbak Ita Bongkar Pengakuan Dosa Suami saat Bahas Iin dan Setoran
Mbak Ita berjalan usai mengikuti sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (16/7/2025). Baihaqi Annizar

tirto.id - Mantan Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu alias Mbak Ita, membongkar kelakuan suaminya, Alwin Basri, yang diam-diam menerima setoran dari pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

"Saya kaget baru tahu bahwa suami saya itu ternyata terima [setoran dari Bapenda]. Pengakuan dari suami, pengakuan dosa, mungkin ya," ucap Mbak Ita dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (23/7/2025).

Mbak Ita diberitahu suaminya menerima setoran yang bersumber dari pemotongan insentif pegawai Bapenda secara bertahap, masing-masing Rp200 juta dengan total Rp600 juta.

Sisi lain, Mbak Ita sendiri menerima setoran dari Bapenda yang disebut 'tambahan uang operasional wali kota'. Setoran ia terima secara bertahap dalam kurun waktu 2022-2023.

Setelah menyadari ada kejanggalan dari setoran tersebut, Mbak Ita beritikad baik mengembalikan uang yang ia terima. Lagian, kata dia, uang setoran belum ada yang digunakan untuk keperluan operasional.

Ia mengembalikan Rp900 juta kepada Kepala Bapenda Kota Semarang, Indriyasari alias Iin bersama pejabat Bapenda, Binawan.

Belakangan, ia baru sadar ternyata yang ia terima tidak hanya Rp900 juta melainkan Rp1,2 miliar. Sehingga, Mbak Ita mengembalikan Rp300 juta sisanya. Pengembalian tahap dua dilakukan berbarengan dengan suaminya.

"Suami juga sudah mengembalikan. Saat itu pakai dolar Singapura," bebernya.

Emosi Masalah Keluarga

Dalam persidangan, Mbak Ita menegaskan tidak tahu menahu ihwal suaminya yang menerima setoran dari Bapenda, meski penerimaan itu diduga atas permintaan Alwin sendiri.

Mbak Ita tidak sempat menanyakan detail kapan suaminya menerima setoran hingga siapa yang menyerahkan. Saat itu, dia kadung emosi mengetahui suaminya diam-diam bertemu Iin Kepala Bapenda.

"Tidak tahu [kapan menerima setoran]. Dan saya juga baru tahu kalau Kepala Bapenda itu pernah ke rumah saya," ucap Mbak Ita.

Secara struktural, Iin merupakan bawahan Mbak Ita. Namun, Iin tidak izin atau sekadar berkomunikasi saat mendatangi rumahnya. Mbak Ita juga tidak bertanya lebih lanjut ke suaminya.

"Saya nggak tanya soalnya malah berantem. Karena ada perempuan datang ke rumah saat saya enggak ada di rumah. Perempuan cantik, lagi. Agak emosi saya," imbuhnya.

Sebelumnya, Mbak Ita pernah berseteru dengan Iin dalam persidangan.

Saat diperiksa menjadi saksi sidang pada Senin (30/6/2025), Iin seolah menabuh genderang perang. Ia menduga Mbak Ita cemburu jika dia intens berkomunikasi dengan Alwin.

Awalnya, Iin ditanya Jaksa Penuntut Umum KPK mengapa pihak Bapenda yang berkomunikasi dengan Alwin bukan dirinya, melainkan bawahannya yang bernama Binawan Febriarto.

"Tidak tahu, mungkin Ibu Ita nanti cemburu atau gimana," jawab Iin.

Sejurus kemudian, Mbak Ita menanggapi pernyataan Iin. "Saya keberatan kalau dikira cemburu sama saudara saksi [Iin]. Tetapi karena saya juga tidak tahu bahwa beberapa kali [Iin] ketemu dengan suami saya," ujarnya.

Baca juga artikel terkait SIDANG KASUS MBAK ITA atau tulisan lainnya dari Baihaqi Annizar

tirto.id - Flash News
Kontributor: Baihaqi Annizar
Penulis: Baihaqi Annizar
Editor: Siti Fatimah