tirto.id - Puluhan masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas untuk 12 aktivis Koalisi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla Coalition) yang ditangkap secara ilegal oleh pasukan Israel. Mereka menggelara aksi di depan sejumlah gedung kedutaan besar (kedubes) di Jakarta, Selasa (10/6/2025).
Berdasarkan pantauan Tirto di lokasi, sekira pukul 13.05 WIB, puluhan masyarakat sipil memulai aksi di depan Kedubes Prancis yang terletak di Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat.
Setelah berorasi selama kurang lebih 15 menit, massa aksi mulai berjalan sejauh 1 kilometer ke arah Kedubes Jerman. Setibanya di depan Kedubes Jerman, sejumlah perwakilan massa aksi lalu kembali menyampaikan orasi.
Pengacara Publik LBH Pers, Gema Gita Persada, menyebut bahwa aksi solidaritas tersebut akan digelar di depan gedung Kedubes Prancis, Jerman, Brazil, Swedia, Inggris, Turki, dan Belanda.
Gita mengatakan bahwa aksi solidaritas itu digelar untuk menuntut negara-negara tersebut memberikan perhatian khusus terhadap warga negaranya yang ditangkap secara sewenang-wenang oleh pasukan Israel.
“Negara-negara yang kami sambangi [kedubesnya] pada hari ini tidak boleh mengabaikan warga negaranya yang mendapatkan pelanggaran atau mengalami upaya paksa yang melanggar hukum internasional yang dilakukan oleh otoritas Israel,” ujar Gita kepada para wartawan di depan Kedubes Jerman, Selasa.
Gita menyampaikan bahwa negara-negara tersebut tidak boleh takut ketika mendapatkan tekanan dari otoritas Israel. Pasalnya, Israel disebutnya telah melanggar hukum internasional saat menangkap para aktivis yang hendak memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina.
“Kami mendorong negara-negara tersebut untuk menjalankan kewajibannya, tidak menuruti atau tidak takut mendapatkan tekanan-tekanan dari otoritas Israel karena memang otoritas Israel yang melanggar peraturan atau hukum internasional saat ini,” tegasnya.
Gita berharap perwakilan negara-negara itu dapat turut melanjutkan perjuangan para aktivis yang ditangkap, yakni memberikan bantuan kemanusiaan dan memutus blokade Israel terhadap warga Palestina.
“Kami meminta kepada perwakilan atau duta besar yang ada di negara Republik Indonesia untuk memberikan dorongan kepada Pemerintah Jerman dan negara-negara lain, untuk juga melanjutkan perjuangan dari apa yang dilakukan oleh kedua belas aktivis di Freedom Flotilla ini, yaitu memberikan bantuan dan memutus blokade yang sedang berlangsung selama berbulan-bulan,” sebut Gita.
Gita juga berharap masyarakat Indonesia dapat turut bersolidaritas kepada para aktivis yang ditangkap saat menaiki kapal Madleen itu dengan cara terus bersuara lewat media sosial.
“Saat ini, mereka sedang mengalami penahanan secara sewenang-wenang. Untuk itu, saatnya kita yang bergerak. Kita bisa bergerak sekecil-kecilnya melalui penyampaian pendapat di sosial media,” kata Gita.
Sebagai informasi, 12 aktivis dari kelompok Flotilla sempat mengalami penahanan dan pemblokiran oleh pasukan Israel pada Senin (9/6/2025) dini hari waktu setempat.
Dikutip dari Al Jazeera, seorang aktivis asal Jerman, Yasemin Acar, yang naik di atas kapal Madleen tersebut mengungkapkan bahwa perjalanan mereka telah dekat untuk menuju Gaza. Namun, saat kapal Madleen tersebut semakin dekat dengan Gaza, ada empat kapal pasukan Israel yang datang mendekat dan berusaha menghentikan mereka.
Tidak hanya kapal, sejumlah pesawat nirawak juga mendekat dan mengintimidasi para relawan yang telah bersiap dengan menggunakan pelampung untuk menghadapi segala kondisi.
"Kami sudah sangat dekat dengan Gaza, hanya sekitar 161 kilometer. Kami menyalakan alarm karena kami melihat empat kapal yang mendekati kami di waktu yang sama. Dua di antaranya memiliki lampu biru dan kami merasa sudah ada banyak lampu yang mengelilingi kami," kata Yasemin Acar, Senin dini hari.
Selain Yasemin, di dalam kapal itu turut pula aktivis lingkungan, Greta Thunberg; anggota Parlemen Uni Eropa, Rima Hassan; hingga jurnalis Al-Jazeera, Omar Faiad. Berikut ini daftar 12 aktivis yang ditangkap oleh otoritas Israel:
- Greta Thunberg - Swedia
- Rima Hassan - Prancis
- Yasemin Acar - Jerman
- Baptiste Andre - Prancis
- Thiago Avila - Brazil
- Omar Faiad - Prancis
- Pascal Maurieras - Prancis
- Yanis Mhamdi - Prancis
- Suayb Ordu - Turki
- Sergio Toribio - Spanyol
- Mark van Rennes - Belanda
- Reva Viard - Prancis
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































