tirto.id - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, memerintahkan perbankan untuk mengurangi margin atau keuntungan agar dapat menekan angka kredit bermasalah(Non Performing Loan/NPL) UMKM. Menurut catatannya, angka kredit bermasalah UMKM sebesar 4 persen.
Menurutnya, NPL sektor UMKM di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencapai 1 persen. Sedangkan NPL UMKM di perbankan lainnya sekitar 4 persen. Dia mengeklaim bahwa angka NPL yang dicapai oleh PNM disebabkan karena PNM menggelontorkan keuntungannya untuk mendampingi UMKM.
“Pertanyaan sederhana, kalau PNM aja bisa, NPL-nya 1 persen, masa bank-bank enggak bisa? Kuncinya cuma satu pak, dari margin keuntungan bapak (para perbankan) kurangi sedikit untuk pendampingan,” kata Maman di SME Tower, Jakarta, Jumat (25/4/2025).
Dia menilai dengan melakukan pendampingan terhadap UMKM, maka dapat menekan NPL UMKM di bank. Dengan begitu, dia meminta agar perbankan mengurangi keuntungan mereka sebesar 1 hingga 2 persen untuk program pendampingan UMKM.
“Sebetulnya kata kuncinya kalau ada proses pendampingan yang Bapak lakukan di bawah, saya yakin itu bisa menekan NPL,” imbuhnya.
“Jadi kalau misalnya marginnya kurang lebih 5 persen atau 10 persen, ya masa enggak mau sih kurangi 1-1,5 persen atau bahkan 2 persen supaya menekan NPL, itu cuma itu,” jelas Maman.
Kemudian, dia juga mengusulkan agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui sistem digitalisasi. Dengan begitu, dia menilai akan lebih mudah membantu target pemerintah yang ingin membidik 2,4 juta nasabah baru serta graduasi UMKM sebesar 1,1 juta nasabah.
“Atau yang kedua mulai masuk ke dalam sistem digitalisasi atau modernisasi sistem. Jadi supaya kita sama-sama, kalau kata orang itu target pemerintah tercapai, Bapak-Bapak juga berjalan dalam menjalankan sistem program KUR ini juga enak kedepannya,” katanya.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id




































