tirto.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan Trade Corporate University (Trade CorpU) serta Cetak Biru Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perdagangan. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan keduanya disiapkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan SDM sekaligus memperkuat kompetensi aparatur sipil negara dalam menjalankan program dan kebijakan perdagangan.
“Ya kita membutuhkan SDM yang unggul untuk mendukung program-program pemerintah,” kata Budi dalam peluncuran program tersebut di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Menurut Budi, program tersebut nantinya akan menyiapkan berbagai pelatihan di bawah koordinasi Badan Pengembangan SDM Perdagangan. Pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan program yang dijalankan kementerian.
“Jadi kita terus berkembang, kita tidak secara struktural kaku. Tetapi kita organik sehingga program-program dapat berjalan,” katanya, sembari menekankan pentingnya kemampuan SDM di lingkungan Kemendag dalam menjawab tantangan dan kebutuhan yang terus berubah.
Dalam kesempatan sama, Budi juga menyampaikan bahwa penguatan kompetensi SDM diperlukan untuk mendukung program perluasan pasar ekspor yang menjadi salah satu agenda Kemendag.
Dalam menjalankan tugas tersebut, Kemendag kini memiliki perwakilan perdagangan di luar negeri, termasuk atase perdagangan (ADAG) dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang bertugas membantu mencarikan pembeli bagi produk pelaku usaha Indonesia.
Total, terdapat 46 perwakilan ADAG dan ITPC yang tersebar di 33 negara. Keberadaan perwakilan tersebut diharapkan dapat mengerek kinerja ekspor serta meningkatkan keterlibatan UMKM.
“Saya sering sampaikan ke teman-teman eksporter bahwa Adag ITPC ini adalah tugasnya meningkatkan ekspor dari para eksporter,” katanya. “Jadi dia tidak semata-mata menjalankan tugas kementerian perdagangan. Karena yang ekspor kan pelaku usaha," lanjutnya.
Selain memperkuat peran perwakilan perdagangan, Budi membuka peluang untuk memperluas pasar ekspor ke negara-negara nontradisional. Menurutnya, perluasan tersebut diperlukan karena Indonesia membutuhkan pasar yang lebih besar.
“Ya nanti kita lihat dulu ya kalau memungkinkan ya itu lebih bagus. Karena kita butuh pasar yang lebih besar,” katanya.
Penulis: Nanda Surya
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































