tirto.id - Wak Wak Gung merupakan lagu daerah Betawi yang populer sebagai pengiring permainan anak tradisional. Lagu ini juga sering disebut nyanyian permainan Ular Naga. Berikut adalah lirik lagu Wak Wak Gung versi LKB dan maknanya.
Lirik dalam laguWak Wak Gung memiliki makna kebiasaan anak-anak betawi dalam bermain. Selain permainannya yang melatih aspek motorik anak, lirik lagu ini juga memiliki makna yang dapat digunakan sebagai medium belajar anak akan dunia di sekitarnya.
Dalam tradisi Betawi, permainan wak wak gung akan dilakukan dengan membagi kelompok dalam dua peran. Pertama adalah kelompok yang berbaris mengular dan kelompok penjaga terowongan.
Kelompok penjaga terowongan ini biasanya terdiri dari dua anak. Mereka akan saling berpegangan tangan dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
Nantinya, kelompok yang berbaris akan mengelilingi penjaga, melewati "terowongan" dari tangan penjaga. Pada tahap ini, mereka akan menyanyikan lagu Wak Wak Gung bersama-sama.
Ketika lirik lagu telah habis dinyanyikan, penjaga akan menutup "terowongan" dan menjebak satu anak dalam tangan mereka. Anak yang terperangkap akan ditanya untuk memilih bulan atau bintang. Anak yang tertangkap kemudian akan berdiri terpisah dari barisan.
Saat kelompok yang mengular sudah habis tertangkap, kedua penjaga akan saling berebut anak yang tertangkap. Penjaga yang tidak memiliki anak buah di akhir permainan dinyatakan sebagai pihak yang kalah.
Makna Lagu Wak Wak Gung dari Betawi
Lagu anakWak Wak Gung sebenarnya memiliki banyak versi lirik yang berbeda, tergantung kebiasaan yang muncul di wilayah penuturnya. Namun, makna dari lirik lagu ini umumnya serupa.
Dilihat dari liriknya, lagu Wak Wak Gung memiliki makna tentang dunia sehari-hari yang dialami anak-anak. Dunia tersebut, misalnya, kebiasaan anak Betawi bermain bersama di luar rumah atau makanan dan jenis buah-buahan yang bisa dimakan.
Hal tersebut terlihat dari lirik awal lagu ini yang biasanya sama, yakni "Wak wak gung, nasinye nasi jagung". Nasi jagung merupakan makanan pengganti nasi beras yang sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak lama.
Beberapa versi juga menampilkan kebiasaan anak-anak ketika bermain, seperti memetik buah belimbing atau daun delima yang erat dengan keseharian masyarakat Betawi tradisional.
Meskipun tidak memiliki makna yang dalam seperti petuah hidup, namun lirik lagu "Wak Wak Gung" lebih mirip medium untuk mengenalkan anak-anak Betawi tradisional dengan dunia yang mereka lalui setiap hari.
Lirik Lagu Wak Wak Gung versi LKB
Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, lagu Wak Wak Gung tidak memiliki lirik resmi. Karena sifatnya yang sekadar jadi lagu pengiring permainan, lirik lagunya pun berbeda-beda tergantung pada kebiasaan di wilayah penuturnya.
Oleh karenanya, terdapat banyak versi lirik lagu Wak Wak Gung yang dapat dikenali. Namun, walaupun demikian, nada yang digunakan umumnya sama atau serupa.
Berikut lirik lagu Wak Wak Gung dalam beberapa versi yang dikenal di masyarakat Betawi:
Lirik Wak Wak Gung Versi 1
Wak wak gung nasinye nasi jagungLalapnye daon utan
Sarang gaok di pohon jagung
Gang... Ging... Gung...
Tam-tambuku
Seleret daon delime
Pato klembing pate paku
Tarik Belimbing
Tangkep satu
Pil ala'ipit
Kuda lari kejepit-sipit
Lirik Wak Wak Gung Versi 2
Wak wak gung nasinye nasi jagungAlapnye lalap putat
Sarang goak dipoon jagung
Gang... Ging... Gung...
Pit a la ipit
Anak satu kejepit sipit
Maen-maenan anak Betawi
Rame-rame maenya di pinggir kali
Bulannye timbul gede sekali
Cahayanye aduh terang sekali
Lan lan tok bulannye s’gede batok
Nggak abis buat besok eh nyang jadi musti dipatok
Pit a la ipit anak satu kejepit sipit
Lirik Wak Wak Gung Versi 3
Wak wak gung, nasinya nasi jagung
Lalapnya lalap kangkung
Sarang gaok di puun jagung
Gang... Ging... Gung...
Tam tam buku
Seleret daon delima
Pete lembing pete peku
Tari belimbing tangkap satu,
Pit ala ipit kuda lari kejepit sipit, Kosong... Kosong... Kosong...,
Isi... Isi... Isi...
Lirik Wak Wak Gung Versi 4
Wak wak gung
Nasinye nasi jagung
Lalapnye lalap kangkung
Sarang gaok di pu'un jagung
Gang Ging Gung
Tam tam buku
Seleret daon delime
Pete lembing patah satu
Pentil belimbing tangkep satu
Pit alaipit kuda lari kejepit
Kosong... Kosong...
Isi... Isi…
Jika Anda mencari lirik lagu-lagu lainnya, baca juga artikel-artikel Tirto.id yang lain dengan tema serupa di sini.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id




























