tirto.id - Televisi Republik Indonesia (TVRI) akan memperingati hari ulang tahunnya yang ke-63 pada 24 Agustus 2025 mendatang. Pemirsa dan penggemar dapat turut merayakannya dengan mengunggah twibbon di media sosial (medsos).
TVRI merupakan stasiun televisi nasional pertama di Indonesia. Tak hanya sebagai perintis, TVRI juga telah menginisiasi lahirnya berbagai stasiun televisi lainnya berskala nasional.
Hingga saat ini, TVRI menjadi stasiun televisi milik pemerintah yang masih aktif. Diketahui, TVRI telah mengudara pertama kali pada 24 Agustus 1962.
Seiring perkembangannya, stasiun televisi yang berstatus sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran ini telah mengudara di seluruh wilayah Indonesia. Terdapat tiga saluran televisi nasional dan 32 stasiun televisi daerah, baik secara digital maupun konvensional.
Sejarah TVRI
Pertama kali mengudara pada 24 Agustus 1962, siaran perdananya yakni tayangan Asian Games IV di Stadion Utama Gelanggang Olah Raga Bung Karno yang saat ini menjadi Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
Sebelum menjadi stasiun televisi, sekitar tahun 1955, mantan penyiar RRI yang bernama Maladi menginisiasi didirikannya TVRI yang direncanakan untuk membantu sosialisasi pemerintah dalam hal pemilihan umum pertama. Sayangnya, usulan Maladi tersebut mendapat penolakan dari kabinet yang tengah berkuasa saat itu. Hal ini karena menurut mereka membutuhkan biaya yang terlalu mahal.
Setelah Maladi terpilih menjadi Menteri Penerangan pada 1959, dia pun kembali mengusulkan pendirian stasiun televisi pertama kepada Presiden Soekarno. Saat itu, dia menilai keberhasilan Indonesia yang terpilih menjadi calon tuan rumah Asian Games IV pada 1962 merupakan momentum penting. Dia menganggap televisi mampu menjadi alat untuk mengembangkan persatuan dan kesatuan secara nasional melalui acara olahraga yang disiarkan.
Akhirnya, gagasan Maladi disetujui Presiden Soekarno dan pihak lainnya. Pada 1960, Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara mengeluarkan Tap MPRS Nomor II/MPRS/1960 yang mendorong pendirian stasiun televisi berskala nasional.
Satu tahun berlalu, rencana tersebut mulai diwujudkan. Maladi membentuk Panitia Persiapan Televisi (P2TV). Panitia ini diketuai R.M. Soetarto dan beberapa petinggi lain, seperti R.M. Soenarjo.
Sebelum itu, Presiden Soekarno sempat mengirim R.M. Soetarto ke New York dan Atlanta, Amerika Serikat. Tak lain yakni untuk memperdalam dunia pertelevisian.
Kemudian, tanggal 23 Oktober 1961, Presiden Soekarno memerintahkan Maladi untuk membangun studio dan dua pemancar, serta mempersiapkan perangkat lunak untuk menyempurnakan siaran televisi.
Segala persiapan sudah dinilai matang, lalu pada 17 Agustus 1962, Maladi dan rekan-rekannya melakukan siaran percobaan. Tayangan pertama menampilkan acara HUT ke-17 RI yang digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta. Siaran itu masih dalam format hitam-putih dengan didukung pemancar cadangan berkekuatan 1.000 W.
Akhirnya, TVRI sejak siaran percobaan tersebut dinilai pantas mengudara di Indonesia. Baru kemudian diresmikan sebagai stasiun televisi nasional pertama di Indonesia pada 24 Agustus 1962.
Tanggal itu pulalah yang ditetapkan menjadi Hari Televisi Nasional yang diperingati setiap tahun. Masyarakat Indonesia dapat mengingat perjalanan panjang dunia penyiaran di Tanah Air.
Mengutip ANTARA (21/8/2025), TVRI menjadi satu-satunya stasiun televisi yang bisa dinikmati masyarakat Indonesia sebelum tahun 1989. Pada 1989, pemerintah membuka peluang bagi televisi swasta dengan RCTI menjadi stasiun televisi swasta pertama, lalu disusul SCTV, Indosiar, ANTV, dan TPI.
Link Twibbon HUT ke-63 TVRI 24 Agustus 2025
Untuk memperingati HUT ke-63 TVRI yang sekaligus merupakan Hari Televisi Nasional pada 24 Agustus 2025 ini, masyarakat Indonesia dapat mengunggah twibbon di akun media sosial masing-masing.
Twibbon dapat diakses dan dikreasikan sesuai keinginan dengan memasukkan foto terbaik. Berikut ini link twibbon HUT ke-63 TVRI 24 Agustus 2025:
Link twibbon HUT ke-63 TVRI 24 Agustus 2025-1
Link twibbon HUT ke-63 TVRI 24 Agustus 2025-2
Pembaca yang ingin mengetahui informasi lebih banyak dan terbaru mengenai TVRI dapat mengakses kumpulan artikel sejenis melalui tautan berikut ini.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id
































