tirto.id - Sebanyak 13 orang tewas dan 66 orang luka-luka setelah ledakan mengguncang fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) Qatar pada Minggu (21/6/2026) waktu setempat, sebagaimana diberitakan Reuters.
Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi, mengatakan semua korban ledakan merupakan warga India dan Pakistan. Pemerintah pun belum bisa merinci luka para korban.
Dia menjelaskan ledakan tersebut disebabkan kerusakan teknis dan bukan tindakan sabotase. Ledakan itu, kata Al-Kaabi, juga tidak berdampak pada ekspor negara tersebut.
"Ini adalah kecelakaan dan bukan sabotase atau tindakan yang bersifat bermusuhan... Produksi pabrik sengaja dihentikan sepenuhnya sejak Desember 2025 karena kebutuhan perawatan mendesak, dan baru dimulai kembali dua hari yang lalu," kata al-Kaabi dikutip Aljazeera.
Operator pembangkit listrik tersebut, QatarEnergy, tidak memberikan rincian tentang lokasi ledakan maupun besarnya kerusakan. Menteri Al-Kaabi, yang juga menjabat sebagai kepala eksekutif perusahaan negara tersebut, mengatakan bahwa penyelidikan telah dimulai.
Tim tanggap darurat pun segera dikerahkan saat setelah ledakan untuk mengendalikan api.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Qatar memastikan tak ada kebocoran yang dapat membahayakan publik.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































