Menuju konten utama

Layanan Penyeberangan Jadi Kontributor Pendapatan ASDP di 2024

Meski pendapatan tumbuh, ASDP hanya mencatatkan laba bersih sebesar Rp447,31 miliar, turun 30 persen dari 2023 yang mencapai Rp636,54 miliar.

Layanan Penyeberangan Jadi Kontributor Pendapatan ASDP di 2024
Pelabuhan Merak. FOTO/dok. ASDP

tirto.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membukukan pendapatan sebesar Rp5,02 triliun sepanjang 2024, naik 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya senilai Rp4,92 triliun. Pendapatan ini juga lebih besar dibandingkan dengan periode sebelum pandemi, tepatnya di 2019 yang sebesar Rp3,33 triliun.

“Pendapatan ASDP pada 2024 telah melampaui angka pendapatan sebelum pandemi tahun 2019 yang sebesar Rp3,33 triliun. Bahkan naik 2 persen dibandingkan dengan pendapatan tahun 2023 yang sebesar Rp4,92 triliun,” ujar Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dalam keterangannya, dikutip Selasa (15/7/2025).

Meski begitu, sampai akhir tahun lalu, ASDP hanya mencatatkan laba bersih sebesar Rp447,31 miliar, turun 30 persen dari 2023 yang mencapai Rp636,54 miliar. Namun demikian, Heru menegaskan, laba bersih yang masih dicatatkan menunjukkan bahwa bisnis ASDP masih tetap tahan terhadap tekanan eksternal dan dinamika industri. Apalagi, laba bersih 2024 mencapai 61 persen dari target yang ditetapkan.

“Tahun 2024 bukan tahun yang mudah. Perusahaan menghadapi tekanan nilai tukar rupiah yang melemah, stagnasi tarif penyeberangan, dan dinamika perilaku pengguna jasa yang menuntut kecepatan dan digitalisasi. Namun kami tetap mampu mencatat pertumbuhan pendapatan dan menjaga keberlangsungan operasional secara optimal,” jelas Heru.

Jika dirinci, kontribusi pendapatan terbesar Perseroan berasal dari layanan penyeberangan, baik komersial maupun perintis. Total produksi penumpang tercatat sebanyak 6,12 juta orang, dengan jumlah kendaraan roda dua dan tiga sebanyak 3,88 juta unit, kendaraan roda empat atau lebih sebanyak 4,31 juta unit, serta barang yang diangkut mencapai 1,16 juta ton.

Di sisi lain, Heru mengklaim bahwa ASDP juga mencatat efisiensi operasional yang baik, tercermin dari operating ratio sebesar 67 persen, naik dari posisi 2023 yang berada di angka 65 persen. Demikian pula dengan BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) yang tercatat sebesar 89 persen, sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya 88,65 persen.

“Langkah efisiensi dan digitalisasi proses bisnis menjadi kunci kami dalam menjaga performa perusahaan di tengah tekanan biaya operasional,” tambah Heru.

Sementara itu, rasio likuiditas ASDP juga masih menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi keuangan yang sehat, di mana perusahaan memiliki kemampuan penuh untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Hal ini turut didukung dengan capaian EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) mencapai Rp1,14 triliun.

"Di sisi lain, pengakuan atas kinerja keuangan ASDP juga datang dari lembaga pemeringkat terkemuka. Pada tahun 2024, ASDP meraih rating idAA+/Stable dari PEFINDO, mencerminkan kondisi keuangan yang sangat sehat dan solid untuk kategori BUMN," paparnya.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir ASDP telah melakukan transformasi bisnis, dengan mendigitalisasi layanan, efisiensi biaya, serta disiplin tata kelola. Menurutnya, transformasi ini menjadi hal yang penting dilakukan Perseroan untuk menghadapi tantangan industri transportasi di masa yang akan datang.

Tidak hanya itu, transformasi yang dijalankan ASDP, termasuk di bidang digitalisasi dan layanan pelanggan, juga dilakukan dengan berpijak pada prinsip transparansi, partisipasi, dan integritas.

“Kami membangun ekosistem kerja yang bersih dan terbuka, karena kami percaya bahwa keberhasilan jangka panjang hanya bisa dicapai melalui tata kelola yang sehat,. Ke depan, kami juga akan terus memperkuat peran sebagai penyedia layanan penyeberangan yang andal, efisien, dan adaptif terhadap perubahan. Dengan pondasi yang kuat, ASDP siap melangkah menuju pertumbuhan yang berkelanjutan,” tandas Heru.

Baca juga artikel terkait ASDP atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra