tirto.id - Bermula dari keengganan dimasukkan dalam satu kandang dengan komponen nasionalis, lahirlah Madjelis Islam A’la Indonesia (MIAI) pada 1937. Sebelumnya, kelompok Islam sering berada di bawah dominasi kaum nasionalis dalam dunia pergerakan sejak awal abad 20.
Pada November 1943, pemerintahan balatentara Jepang mendirikan Madjelis Sjoero Moeslimin Indonesia yang juga berfungsi seperti MIAI sebagai konfederasi organisasi-organisasi Islam. Fungsi utama organisasi ini, selain menjadi wadah aspirasi umat Islam, tentu saja melayani kepentingan Jepang.
Baca artikel selengkapnya di Masyumi dan Ilusi Persatuan Umat Islam
Masuk tirto.id





























