tirto.id - Nilai dolar AS ke rupiah hari ini, Selasa (21/7/2026), kembali dibuka menguat. Seturut Bloomberg, posisi rupiah meningkat 9,00 poin atau 0,05 persen. Kurs rupiah berada di level Rp17.939 per dolar AS.
Pada pembukaan pasar hari ini, rupiah menguat setelah ditutup melemah pada Senin (20/7). Nilai rupiah pada penutupan pasar hari Senin kemarin, rupiah terdepresiasi sebesar 27 poin ke level Rp17.948.
Pelemahan rupiah pada penutupan perdagangan pasar spot kemarin diproyeksikan merupakan imbas faktor geopolitik. Dolar AS diprediksi akan menguat selama sepekan ini seiring ketegangan di kawasan Teluk Persia terus bergolak dan ekspektasi suku bunga tinggi bank sentral AS (The Fed).
Sementara itu, pergerakan mata uang di negara-negara sekitar Indonesia relatif serupa. Pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, ringgit Malaysia bergerak menguat 0,08 persen dan Singapura bergerak menguat 0,02 persen. Namun, baht Thailand dibuka melemah 0,08 persen dan peso Filipina melemah 0,02 persen.
IHSG Hari Ini 21 Juli 2026, Pembukaan Sesi Pagi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa pagi. IHSG dibuka menguat ke level 6.273,571.
Seturut RTI Business, IHSG bergerak naik dan menghijau ketika dibuka. Tercatat pergerakan indeks terjadi pada rentang 6.261,513 hingga 6.278,095 sesaat setelah pasar dibuka.
Terdapat 101 saham yang melemah pada awal pembukaan perdagangan hari ini. Sementara itu, 297 saham bergerak menguat dan 252 saham stagnan.
Total nilai transaksi pada awal pembukaan IHSG sejauh ini telah mencapai Rp473,326 miliar. Kapitalisasi itu didapat dari penjualan sekitar 1 miliar saham yang diperdagangkan lewat 89.232 kali transaksi.
Menguatnya IHSG dalam pembukaan perdagangan sesi pagi hari ini merupakan sinyal positif, seiring reli positif IHSG yang sedang terjadi. Dalam delapan hari berturut-turut, IHSG telah mencatatkan reli penguatan sejauh ini.
Pada penutupan perdagangan hari Senin kemarin, IHSG ditutup menguat sebesar 0,91 persen atau naik 56,24 poin ke level 6.231,78. Sepanjang hari kemarin, terdapat 35,11 miliar saham diperjualbelikan lewat 2,39 juta frekuensi transaksi, total nilai transaksi mencapai Rp16,25 triliun.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






































