Menuju konten utama

Gubernur DKI Resmikan 16 Rumah Korban Kebakaran Mampang Jaksel

Penyumbang dana terbesar berasal dari CSR perusahaan swasta PT Malahayati Nusantara Raya sebesar kurang lebih Rp600 juta.

Gubernur DKI Resmikan 16 Rumah Korban Kebakaran Mampang Jaksel
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan kepada wartawan usai meresmikan 16 unit bedah rumah korban kebakaran di Jalan Bangka III, Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). tirto.id/hanang
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan 16 unit hunian baru bagi warga korban kebakaran di Jalan Bangka III, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Selasa (21/7/2026).

Pembangunan kembali belasan rumah warga yang terdampak bencana tersebut dituntaskan tanpa mengandalkan APBD murni, melainkan lewat skema kolaborasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan lembaga zakat dengan total anggaran mencapai Rp960,3 juta.

Pramono menjelaskan, renovasi kawasan padat penduduk di RT 014/RW 002 tersebut menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam menyelesaikan masalah sosial dan mitigasi pascabencana di Jakarta.

"Program bedah rumah di kawasan Pela Mampang ini merupakan wujud nyata dari sebuah penyelesaian di lapangan masalah kebakaran yang terjadi di Jakarta," kata Pramono, Selasa (21/7/2026).

Total anggaran sebesar Rp960,3 juta tersebut difokuskan untuk membangun kembali 16 unit rumah yang dihuni oleh 22 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 60 jiwa. Skema pembiayaan ini dihimpun melalui kolaborasi antara BAZNAS BAZIS DKI Jakarta dan Forum CSR.

Penyumbang dana terbesar berasal dari CSR perusahaan swasta PT Malahayati Nusantara Raya sebesar kurang lebih Rp600 juta, sementara sisanya disalurkan oleh BAZNAS BAZIS DKI Jakarta.

"Maka dalam penyelesaian ini melibatkan anggaran kurang lebih Rp960,3 juta. Kontribusi utamanya dari PT Malahayati Nusantara Raya, kemudian BAZNAS BAZIS Rp360 juta. Untuk 16 rumah, mencakup 22 KK, 60 warga jiwa," jelas Pramono.

Inisiatif bedah rumah ini bermula dari koordinasi cepat setelah musibah kebakaran terjadi. Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Yani, menyampaikan langsung usulan perbaikan kawasan tersebut kepada Gubernur, yang kemudian segera ditindaklanjuti dengan menggandeng Ketua BAZNAS BAZIS DKI Jakarta Abu Bakar serta perwakilan swasta.

Usai meninjau langsung hasil pembangunan fisik rumah warga, Pramono menyatakan kepuasannya terhadap kualitas bangunan yang telah selesai direnovasi.

Ia menilai model gotong royong lintas sektor ini merupakan standar kerja sama yang patut dicontoh dalam pembangunan perkotaan.

"Ini adalah bentuk penyelesaian di mana pemerintah hadir bersama dengan stakeholder yang ada di DKI Jakarta, dengan BAZNAS BAZIS dan perusahaan yang bersedia CSR-nya disalurkan dengan cara yang seperti ini. Menurut saya ini adalah contoh yang baik, kondisinya sangat baik sekali," ungkapnya.

Keberhasilan penataan hunian pascakebakaran di Pela Mampang ini akan dijadikan cetak biru (blueprint) bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melanjutkan program serupa sepanjang tahun anggaran 2026.

Dengan pola pembiayaan kolaboratif tersebut, Pemprov DKI menargetkan perbaikan ratusan rumah tidak layak huni maupun kawasan terdampak bencana lainnya di Ibu Kota.

"Untuk tahun 2026 ini, Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan BAZNAS BAZIS juga punya program untuk tetap melanjutkan bedah rumah yang ada. Nanti cara penyelesaiannya kurang lebih seperti ini, melibatkan beberapa BUMD yang ada di Jakarta seperti PAM JAYA dan Darmajaya, kemudian BUMN pusat antara lain Pertamina dan Pegadaian," pungkas Pramono.

Baca juga artikel terkait GUBERNUR DKI JAKARTA atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama