tirto.id - Timnas Vietnam sukses mempertahankan gelar juara Piala AFF 2026, usai menundukkan Thailand dengan agregat skor 4-2 di final. The Golden Star Warriors menang 0-2 pada leg pertama di markas Thailand, lalu bermain imbang 2-2 pada leg kedua di kandang sendiri.
Vietnam kini mengoleksi 4 trofi juara Piala AFF, yang sebelumnya diraih pada 2008, 2018, dan 2024. Keberhasilan tersebut juga membuat Vietnam menorehkan juara back to back di ajang Piala AFF untuk pertama kali.
Tim besutan pelatih Kim Sang-sik memiliki performa impresif di Piala AFF 2026. Nguyen Quang Hai dan kawan-kawan membukukan 6 kemenangan dan 2 imbang, mencetak 21 gol dan hanya kemasukan 3 gol.
Performa apik Timnas Vietnam tidak lepas dari sejumlah faktor krusial yang dipersiapkan secara matang. Lantas apa saja yang menjadi kunci sukses The Golden Star Warriors di Piala AFF 2026 ini?
Mempersiapkan Tim Secara Serius
Meskipun Piala AFF 2026 berlangsung di luar kalender FIFA, Timnas Vietnam menatap kejuaraan ini dengan sangat serius. The Golden Star Warriors melakukan persiapan cukup panjang, termasuk pemusatan latihan di Korea Selatan selama 2 pekan.
Tim asuhan Kim Sang-sik menjalani 3 laga uji coba melawan klub dari berbagai level di Liga Korea Selatan. Hal itu bertujuan untuk menyempurnakan strategi taktis serta mengevaluasi skuad yang akan dibawa menuju turnamen.
Setelah itu, Timnas Vietnam menggelar pertandingan persahabatan melawan Myanmar pada 18 Juli 2026 di Stadion Thai Nguyen. Hasilnya The Golden Star sukses menggulung The Asian Lions dengan kemenangan 4 gol tanpa balas.

Kemenangan tersebut menjadi bekal positif bagi Nguyen Quang Hai dan kawan-kawan saat berlaga di Piala AFF 2026. Mereka sukses membukukan 6 kemenangan dan 2 imbang, serta mencetak 21 gol dan kemasukan 3 gol.
Saat memasuki fase akhir turnamen, pelatih Kim Sang-sik menitikberatkan aspek pemulihan fisik pemain secara cepat untuk menjaga kebugaran di laga krusial. Hal itu berhasil membuat para pemain kunci Timnas Vietnam terhindar dari cedera.
Pelatih Kim Sang-sik menilai keberhasilan timnya juga diperoleh berkat kerja keras dari pemain. Kim Sang-sik selalu menekankan kepada anak asuhnya untuk tetap berjuang hingga fase akhir turnamen.
"Keberhasilan memenangkan kejuaraan ini adalah berkat kerja keras para pemain. Menurut saya, sepak bola Vietnam masih terus berkembang dan melalui laga seperti ini, kami akan menjadi semakin kuat." ujar pelatih Kim Sang-sik dikutip dari laman ASEAN United FC.
Kualitas Liga Domestik yang Baik
Salah satu kunci keberhasilan Timnas Vietnam di Piala AFF 2026 adalah kualitas liga domestik yang cukup bagus. The Golden Star Warriors sepenuhnya mengandalkan para pemain yang berkompetisi di dalam negeri.
Vietnam memiliki 2 level kompetisi sepak bola profesional, yakni: V.League 1 dan V.League 2. Mereka juga mempunyai 2 kompetisi semi-profesional, yakni: National Second Division, serta National Third Division.
Selain itu, operator Liga Vietnam juga menggelar kompetisi Piala Vietnam atau Vietnam Cup yang diikuti oleh klub-klub dari V.League 1 dan V.League 2. Ada pula Vietnam Super Cup yang mempertemukan juara Liga Vietnam vs juara Piala Vietnam.
Kasta tertinggi Liga Vietnam atau V.League 1 saat ini menempati ranking 14 di klasemen liga AFC, dan menghuni ranking 7 di zona timur. Klub dari Liga Vietnam mengikuti turnamen resmi AFC, seperti ACL Elite dan ACL Two, namun belum pernah meraih juara.
Liga Vietnam rutin mengirimkan delegasi ke ASEAN Club Championship. Tim Cong An Ha Noi mampu finis sebagai runner-up pada musim 2024/2025, usai kalah dari Buriram United di laga final.
Vietnam juga memiliki wakil di kompetisi AFC Champions League Elite 2026/2027 yakni Cong An Ha Noi. Cong An berhasil melewati laga playoff dengan mengalahkan Adelaide United (Australia) via skor 2-0.
Liga Vietnam berjalan cukup kompetitif sejak mulai bergulir pada 1980 silam. Ha Noi FC dan The Cong-Viettel menjadi pemegang gelar terbanyak, dengan 6 trofi juara. Berikutnya ada Becamex Binh Duong dan Ho Chi Minh City, yang meraih 4 trofi juara.
Berprestasi Tanpa Banyak Pemain Naturalisasi
Timnas Vietnam meraih juara Piala AFF 2024 dengan sedikit pemain naturalisasi. Pelatih Kim Sang-sik banyak bertumpu kepada bakat lokal untuk menjuarai Piala AFF edisi 2024 dan 2026.
Di Piala AFF 2026, pelatih Kim Sang-sik memanggil 25 nama yang diisi perpaduan pemain senior dan talenta muda. Kim Sang-sik juga membawa 4 pemain naturalisasi, mereka adalah Le Giang Patrik, Hendrio, Rafaelson, serta Geovane Magno.

Le Giang Patrik di posisi kiper tampil impresif di bawah mistar gawang, dengan hanya kebobolan 3 gol sepanjang turnamen. Sementara Rafaelson atau Nguyen Xuan Son sukses meraih top skor bersama Nguyen Dinh Bac, dengan torehan 5 gol.
Sementara itu ketika juara Piala AFF 2024, pelatih Kim Sang-sik hanya mengandalkan 2 pemain naturalisasi, yakni: Filip Nguyen dan Nguyen Xuan Son. Saat itu Xuan Son juga keluar sebagai top skor dengan total 7 gol.
Hadirnya pemain naturalisasi mampu menambal kekurangan Timnas Vietnam, tanpa terlalu banyak menggeser para talenta lokal mereka. Keberhasilan Vietnam adalah bukti bahwa pembinaan pemain yang berasal dari liga lokal tetap mampu bersaing di level atas Asia Tengara.
Penulis: Ahmad Zidan Nahari
Editor: Oryza Aditama
Masuk tirto.id

































