KSP Bantah Warga Lanny Jaya Kekurangan Makanan hingga Kelaparan

Sumber: Antara, tirto.id - 10 Agu 2022 09:23 WIB
Dibaca Normal 1 menit
KSP mengklaim penanganan dampak cuaca ekstrem berupa embun beku di Lanny Jaya, Papua, berjalan dengan baik
tirto.id - Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani membantah masyarakat di Kabupaten Lanny Jaya, Papua, kekurangan bahan makanan dan mengalami kelaparan hingga ada yang meninggal dunia. Menurut dia, warga yang meninggal di sana karena sakit.

Jaleswari mengklaim penanganan dampak cuaca ekstrem berupa embun beku di Lanny Jaya berjalan dengan baik. Dia mamastikan bantuan berupa beras, makanan siap saji, selimut, dan pakaian telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak cuaca ekstrem.

"Pemerintah melalui Kemensos yang berkoordinasi dengan Kemendagri, BNPB, dan pemerintah daerah setempat sudah melakukan pendistribusian bantuan dengan baik. Bahkan, penyaluran bantuan di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau pun bisa dilakukan meski harus dengan berjalan kaki," kata Jaleswari dikutip dari Antara, Rabu (10/8/2022).

Dalam memperkuat ketahanan pangan, KSP mendorong pemerintah daerah dan masyarakat wilayah pegunungan Papua untuk memanfaatkan lahan pertanian guna memproduksi beras atau komoditas lainnya.

"Sehingga, jika terjadi krisis pangan akibat cuaca ekstrem seperti di Lanny Jaya, daerah-daerah sekitar bisa menunjang ketersediaan pangannya," ujarnya.

Jaleswari meminta jangan ada yang mempolitisasi peristiwa cuaca ekstrem berupa fenomena embun beku di Lanny Jaya. Dia berharap tidak ada pihak-pihak yang memunculkan informasi dan foto yang tidak aktual serta tidak berhubungan dengan kondisi cuaca ekstrem di Lanny Jaya.

"Tudingan dan politisasi itu menafikan upaya pemerintah daerah dan kementerian/lembaga dalam penanganan dampak cuaca ekstrem di Lanny Jaya," kata dia.

Sejak Juni 2022, wilayah Lanny Jaya dilanda cuaca ekstrem berupa fenomena embun beku. Terdapat tiga kampung yang terdampak, yakni Kuyawage, Luarem, dan Jugu Nomba.

Fenomena embun beku tersebut menyebabkan kekeringan dan gagal panen. Tercatat ada 56 lahan perkebunan ubi dan sayur rusak serta 548 Kepala Keluarga atau 2.740 jiwa berpotensi mengalami kesulitan pangan.


Baca juga artikel terkait FENOMENA EMBUN BEKU atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight