Menuju konten utama

Kronologi Tewasnya Bripda Natanael yang Diduga Dianiaya Senior

Tewasnya Bripda Natanael Simanungkalit diduga berkaitan dengan aktivitas kurve. Namun, ada pula dugaan pemicunya adalah hasil pertandingan sepak bola.

Kronologi Tewasnya Bripda Natanael yang Diduga Dianiaya Senior
Ilustrasi penganiayaan. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bripda Natanael Simanungkalit, anggota Bintara Samapta angkatan 2025, tewas di mes atau asrama polisi di Kepulauan Riau. Natanael diduga tewas setelah dianiaya seniornya pada Senin (13/4/2026) malam. Bagaimana kronologinya?

Sebelumnya, kasus terbunuhnya Natanael Simanungkalit telah dikonfirmasi Polda Kepulauan Riau (Kepri). Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei membenarkan peristiwa tersebut pada Selasa (14/4/2026).

"Kapolda Kepri menyampaikan turut berduka atas peristiwa yang terjadi dan telah memerintahkan ... proses hukum secara tuntas," kata Pricillia, dikutip dari Antara.

Kematian Natanael diduga berkaitan dengan tindakan aniaya oleh seniornya di mes. Dalam keterangannya pada Rabu (15/4), Polda Kepri telah menetapkan seorang polisi atas nama Bripda AS sebagai tersangka.

AS juga disebut Polda Kepri telah diserahkan ke Direktorat Tindak Pidana Umum untuk menjalani proses hukum atas tindak pidana yang dilakukannya.

Proses sidang kode etik terhadap AS juga telah dijadwalkan berlangsung pada Jumat (17/4) mendatang. Ia akan disidang dalam kasus pidana penganiayaan berat.

Selain AS, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Kepri juga dilaporkan tengah memproses delapan anggota lain terkait kasus terbunuhnya Natanael. Nona Pricillia menyebut 8 anggota itu kini berstatus sebagai saksi dan tiga di antaranya tengah menjalani penempatan khusus (patsus).

Bidpropam Polda Kepri tengah mendalami peran ketiga saksi yang di-patsus. Keterangan ketiga saksi digali untuk menentukan apakah mereka termasuk korban penganiayaan, atau ada di TKP namun tidak melakukan apa-apa.

Kronologi Meninggalnya Bripda Natanael di Asrama Kepolisian

Kabid Propam Polda Kepri Kombes Pol Eddwi Kurniyanto sebelumnya telah membeberkan dugaan kronologi kasus terbunuhnya Natanael di asrama polisi itu. Kejadian ini diduga terjadi pada Senin malam, sekira pukul 23.00 WIB.

Natanael yang kala itu belum terbunuh diduga dipanggil oleh AS ke kamar barak. Pemanggilan itu untuk meminta kejelasan tentang dugaan pelanggaran tidak melakukan kurve (kerja bakti) oleh Natanael.

Natanael kemudian memenuhi panggilan AS bersama Bripda JB. Keduanya lalu ditanyai AS tentang kegiatan kurve. Penganiayaan lalu terjadi setelahnya.

Baik Natanael maupun Bripda JB mengalami luka akibat penganiayaan AS. Bripda JB sendiri tetap selamat dan masih menjalani proses visum.

Namun, nahas bagi Natanael, ia tewas karena penganiayaan tersebut. Bripda yang belum setahun jadi polisi itu mengalami lebam di sekujur punggung. Natanael dinyatakan meninggal dunia setelah tak sadarkan diri.

AS kini telah ditetapkan sebagai tersangka akibat dugaan tersebut. Namun, informasi yang beredar menyebutkan kemungkinan ada lebih dari satu senior yang menganiaya Natanael.

Kabar yang beredar juga menyebutkan kronologi yang berlainan dari yang dijelaskan Kabid Propam Polda Kepri. Alasan AS memanggil korban dan menganiayanya ada dugaan bukan karena kurve.

Kabar itu menyebut Natanael dianiaya seniornya karena pertandingan sepak bola antara senior dan junior di barak. Tim senior mengalami kekalahan dalam pertandingan tersebut dan memicu kekerasan fisik.

Meski begitu, pernyataan resmi Polda Riau menjelaskan bahwa alasan Natanael dianiaya seniornya adalah pelanggaran disiplin. Natanael, katanya, tidak mengikuti kegiatan kurve atau kerja bakti yang diwajibkan.

Baca juga artikel terkait KASUS PENGANIAYAAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar