Menuju konten utama

Kronologi Pendaki Hilang di Gunung Ijen & Ditemukan Selamat

Seorang pendaki hilang di kawasan wisata Gunung Ijen. Tim SAR melakukan pencarian dan menemukannya dalam keadaan selamat. Ini kisahnya.

Kronologi Pendaki Hilang di Gunung Ijen & Ditemukan Selamat
Sejumlah pendaki menikmati suasana di puncak Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (8/12/2018). Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Wilayah V Jawa Timur sedang menyusun aturan baru terkait pembatasan jumlah wisatawan yang mendaki Gunung Ijen pada tahun 2019 supaya tidak melebihi daya dukung dan tampung kawasan. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/wsj.

tirto.id - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kantor SAR) Banyuwangi, Jawa Timur menemukan pendaki yang hilang di Gunung Ijen dalam kondisi selamat.

SAR pertama kali mengetahui pendaki hilang di jalur pendakian Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen ini pada Rabu (18/2/2026).

Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa menyampaikan pendaki hilang itu adalah Muhammad Dzikri Maulana, warga Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

Kronologi Pendaki Hilang di Gunung Ijen

Menurut laporan SAR Banyuwangi, informasi pendaki hilang ini awalnya dilaporkan orang tua korban. Pada pukul 20.05 WIB pendaki tersebut berangkat mendaki bersama empat rekannya.

Saat tiba di puncak Kawah Ijen pendaki tersebut terpisah dari rombongan. Ia diduga hilang di sekitar pertigaan jalur kawah dan sunrise point.

Keempat rekan Dzikri tidak melaporkan ke petugas jaga dan memilih turun untuk pulang ke rumah masing-masing tanpa melapor ke petugas jaga.

Dari lima pendaki tersebut, dua orang naik bersama korban dengan berjalan kaki, sedangkan tiga pendaki lainnya menggunakan jasa troli.

Karena korban tak kunjung pulang, orang tua melapor kehilangan dan Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian sejak malam pertama, namun belum membuahkan hasil.

Pada hari kedua, tim SAR memperluas area pencarian. Pukul 06.30 WIB seluruh unsur melaksanakan briefing dan membagi kekuatan menjadi dua search and rescue unit (SRU).

SRU satu melakukan penyisiran jalur pendakian dari Paltuding hingga puncak Kawah Ijen dengan jarak kurang lebih 3,6 kilometer menggunakan metode hasty search.

SRU dua melaksanakan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan pola open grid (type II) seluas satu kilometer persegi untuk memperluas cakupan dan memastikan tidak ada area yang terlewat.

Korban ditemukan pada Kamis (19/2/2026) pukul 16.15 WIB dalam kondisi selamat, namun sangat lemas. Ia ditemukan di area tebing dengan jarak sekitar 890 meter dari lokasi hilang.

Tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi pada pukul 17.50 WIB dan korban berhasil dibawa turun menuju Pos Paltuding, lalu dibawa ke Puskesmas Licin untuk mendapatkan perawatan medis menggunakan ambulans.

Operasi SAR hari kedua pencarian remaja itu menggunakan drone thermal dan peralatan jungle rescue.

"Operasi SAR hari ini dalam kondisi cuaca mendung hingga hujan ringan, namun upaya pencarian terus dimaksimalkan dengan dukungan drone thermal," kata Oka, dikutip Antaranews.

Menurut Oka Astawa, operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur di antaranya Tim Rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, TNI, Polri, BKSDA, BPBD, relawan, pelaku wisata, perangkat desa, hingga keluarga korban.

Baca juga artikel terkait PENDAKI HILANG atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Flash News
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Abdul Aziz