Kronologi Kasus Seungri di Burning Sun: Prostitusi, Pajak, Narkoba

Oleh: Syarifah Aini - 22 Maret 2019
Dibaca Normal 3 menit
Bagaimana kronologi kasus Burning Sun Seungri yang disebut-sebut melibatkan pejabat kalangan atas Korea Selatan dan sengaja dirahasiakan kebenarannya ini?
tirto.id - Presiden Korea Selatan Moon Jae In memberikan perintah khusus kepada pihak kepolisian untuk melakukan investigasi secara transparan terhadap tiga kasus yang dicurigai telah mengalami banyak kecurangan dalam proses investigasi, termasuk kasus Burning Sun.

Ketiga kasus ini adalah soal pemerkosaan dan bunuh diri yang dialami aktris pemeran drama Boys Before Flower pada tahun 2009 silam yaitu Jang Ja Yeon, kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh mantan wakil menteri dari Kementerian Pengadilan Hak Hui pada tahun 2013 lalu, serta kasus narkoba, pelecehan seksual, dan pemerkosaan yang terjadi di Burning Sun.

Bagaimana kronologi kasus Burning Sun yang disebut-sebut melibatkan pejabat dari kalangan atas Korea Selatan dan sengaja dirahasiakan kebenarannya ini?


Kasus ini terkuak ke publik ketika 28 Januari 2019, sebuah rekaman tersebar di dunia maya. Rekaman ini menunjukkan seorang laki-laki bernama Mr.Kim yang mengalami kekerasan oleh seorang penjaga kelab malam di Burning Sun, sebuah kelab yang diketahui dipimpin oleh Seungri eks BIGBANG.


Tak butuh waktu lama, usai merebaknya kasus kekerasan yang disinyalir terjadi karena adanya kasus pelecehan seksual di dalamnya. Burning Sun justru menjadi sorotan utama di masyarakat Korea Selatan khususnya bagi penikmat industri hiburan Korea.

Pasalnya, usai munculnya kasus tersebut, sederet nama selebriti, pembisnis, dan para tokoh-tokoh penting dan ternama di Korea Selatan ikut terseret dalam kasus mega skandal ini.

Nama-nama tersebut pada akhirnya membuka fakta-fakta tentang kejahatan dan tindakan kriminal yang terjadi di dalamnya mulai dari kekerasan, pelecehan seksual, bisnis prostitusi, suap, judi, penghindaran pembayaran pajak, perekaman dan pendistribusian video ilegal, hingga penggunaan dan pendistribusian narkoba. Berikut Tirto merangkum kronologi Mega Skandal Burning Sun yang pada akhirnya menyeret Seungri Eks BIGBANG.


Skandal Penyerangan di Kelab Burning Sun


Pada 28 Januari 2018, program berita Newsdesk milik MBC membeberkan sebuah CCTV yang berisi rekaman penyerangan dan kekerasan yang dilakukan oleh pegawai Burning Sun terhadap Mr. Kim yang terjadi pada 24 November lalu.

Merebaknya berita tersebut, membuat nama Seungri eks BINGBANG selaku mantan CEO Burning Sun menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Korea.

Yang Hyung Suk selaku CEO dari agensi yang menaungi Seungri memberikan pernyataan dan klarifikasi terkait keterlibatan Seungri atas insiden tersebut melalui laman YG Entertaiment pada (31/1/2019).

Melalui pernyataan resmi tersebut, YG mengungkapkan bahwa Seungri tidak terlibat dan berada di kejadian pada saat insiden tersebut terjadi. Yang Hyung Suk juga menyatakan bahwa Seungri tengah mengurus proses resign dari jabatan CEO karena kesibukan Wamil yang rencananya akan dijalaninya pada bulan April mendatang.

Dua hari kemudian, tepatnya pada (2/2/2019), Seungri merilis sebuah permintaan maaf dan klarifikasi melalui instagram pribadinya. Dalam postingan tersebut selain menyampaikan permohonan maafnya, Seungri menjelaskan posisinya yang lebih banyak bertugas sebagai bagian promosi.

Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan kelab malam tersebut bukanlah tanggung jawabnya. Sementara itu, terkait insiden yang terjadi di kelab tersebut, Seungri menyampaikan bahwa ia tidak tahu menahu karena saat kejadian ia tidak berada dalam lokasi kejadian.

Menutup pernyataannya, Seungri mengungkapkan bahwa meskipun ia tidak berada di lokasi kejadian, namun ia akan bertanggung jawab atas perbuatan yang memang seharusnya ia pertanggung jawabkan.


Usai Seungri merilis pernyataan yang berisi permohonan maaf dan klarifikasi, tercatat pada tanggal (16/2/2019), All Kpop mewartakan bahwa Burning Sun akan ditutup guna kepentingan penyelidikan pihak kepolisian yang akan mulai diberlakukan pada tanggal 17 Februari 2019.

Usai berita tersebut rilis, proses penyelidikan berlangsung dan belum ada kabar lebih lanjut mengenai kasus yang menimpa Burning Sun dan menyeret nama Seungri eks BIGBANG.

Munculnya Isu Prostitusi yang Menyeret Nama Seungri

Sepuluh hari usai berita penutupan kelab malam Burning Sun rilis, muncul berita mengejutkan dari SBS FunE pada (26/2/2019). Melalui berita tersebut, seorang reporter merilis sebuah tentang pesan obrolan yang terjadi antara Seungri, penyanyi dengan inisial “C”, Kim (salah seorang pegawai Burning Sun), dan juga Yoo In Suk, yang merupakan CEO Yuri Holding sekaligus partner bisnis Seungri dalam mengelola beberapa usaha termasuk Burning Sun.

Dalam pesan yang dikirim pada tahun 2015 silam tersebut, terindikasi sebuah obrolan yang membicarakan tentang permintaan penyediaan “perempuan” untuk salah seorang investor bisnis mereka.

Atas berita ini, baik pihak Seungri dan juga Yuri Holding tidak mengakui keakuratan berita tersebut dan menyatakan bahwa pesan yang dimuat pada tersebut merupakan pesan yang dimanipulasi.

Menanggapi tanggapan tersebut, reporter SBS FunE memberikan pernyataan bahwa pesan tersebut merupakan pesan asli tanpa adanya manipulasi.

Pada hari yang sama, pihak kepolisian merilis pernyataan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait berita yang telah menyebar di kalangan publik ini.

Sehari usai menyebarnya berita terkait pesan yang melibatkan Seungri, mantan personel boy group BIGBANG ini pada akhirnya memutuskan secara suka rela untuk melakukan proses penyelidikan di kantor kepolisian pada tanggal 27 Februari 2019.

Menanggapi sikap anak asuhannya, YG Entertaiment pada akhirnya merilis pernyataan bahwa Seungri akan membatalkan seluruh kegiatan keartisannya termasuk konser “The Greatest Seungri” di Jakarta yang rencananya akan digelar pada 17 Maret lalu.

Lima hari setelahnya yaitu (4/3/2019), Seungri kembali diwartakan oleh SBS FunE telah terindikasi terlibat dalam kasus prostitusi yaitu penyediaan jasa “perempuan” untuk beberapa investor bisnisnya.

Berita ini diwartakan langsung oleh pihak Anti-Corruption and Civil Rights Commission yang menyatakan bahwa mereka telah menerima sejumlah bukti pada 22 Februari lalu dan tengah mendalami isi dan keaslian dari pesan-pesan yang dikirimkan oleh seorang narasumber.

Empat hari setelah berita itu tersebar, MBC pada 8 Maret membeberkan beberapa dokumen yang menunjukkan bahwa Seungri memiliki peran yang cukup besar dalam pengelolaan kelab malam Burning Sun.

Dalam data yang dirilis dan diterjemahkan oleh Soompi tersebut, diketahui bahwa Seungri merupakan salah seorang dari 4 petinggi di kelab malam tersebut dan ia merupakan salah satu investor terbesar dalam bisnis yang ia akui tak terlibat banyak hal dalam sisi pengelolaannya.


Dari dokumen yang dirilis tersebut, juga diketahui bahwa Yuri Holding, juga menanamkan investasi pada kelab tersebut sebesar 20%.

Atas beberapa dokumen dan berita yang tersebar diberbagai media tersebut, pada 10 Maret 2019, pihak kepolisian akhirnya merilis pernyataan bahwa Seungri ditahan dan akan diperiksa atas tuduhan kasus penyedia jasa prostitusi dan beberapa kasus lain seperti pengelakan pembayaran pajak.

Kasus Prostitusi di Kalangan Selebriti dan Petinggi Korea


Pada 11 Maret 2019, SBS FunE kembali merilis dokumen yang mengejutkan, dokumen ini berisi pesan di sebuah group atau ruang obrolan yang diindikasi melibatkan Seungri, CEO Yuri Holding, pegawai Burning Sun, penyanyi Jung Joon Young dan beberapa nama selebriti lain.

Berdasarkan obrolan tersebut, diketahui bahwa Jung Joon Young telah membagikan sejumlah video ilegal yang ia rekam secara pribadi dan diambil secara diam-diam.

Atas merebaknya kasus ini, Seungri pada hari yang sama, merilis sebuah pernyataan melalui instagram pribadinya bahwa ia mengundurkan diri dari dunia hiburan, termasuk keluar dari boy grup kebanggaannya yaitu BIGBANG dan agensi yang menaunginya yaitu YG Entertaiment.

Sejak saat itu, kasus yang melibatkan sejumlah selebriti dan petinggi Korea ini semakin meluas dan masih berada dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian dan Anti-Corruption and Civil Rights Commission Korea Selatan.

Sementara itu, kasus Burning Sun justru melebar hingga diwartakan menyentuh kasus penggunaan dan pengedaran narkoba, penyelewengan pajak, serta adanya kasus suap dengan pihak kepolisian.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih diselidiki dan seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam kasus ini tengah berada dalam proses penyelidikan.


Baca juga artikel terkait KASUS BURNING SUN atau tulisan menarik lainnya Syarifah Aini
(tirto.id - Hukum)


Penulis: Syarifah Aini
Editor: Yulaika Ramadhani