tirto.id - Gelandang timnas Afrika Selatan (Afsel) untuk Piala Dunia 2026, Jayden Adams, meninggal dunia pada Sabtu (11/7/2026). Ia meninggal dunia tak lama setelah menjalani debut Piala Dunia dalam kariernya. Simak kronologi dan penyebab kematiannya.
Seturut The Guardian, Sabtu (11/7/2026) kematian Jayden Adams sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Menteri Olahraga Afsel Gayton McKenzie. Dalam pernyataannya, McKenzie menyebut kematian Jayden Adams sebagai kabar mengejutkan.
“Dengan sangat terkejut dan berat hati saya mengetahui kabar meninggalnya Jayden Adams, gelandang Mamelodi Sundowns dan Bafana Bafana, pada usia 25 tahun,” tutur McKenzie.
Kabar ini mengejutkan bagi banyak pihak, lantaran Jayden Adams baru saja kembali dari debutnya di Piala Dunia 2026. Ajang empat tahunan yang sedang digelar di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko ini merupakan yang pertama bagi Jayden Adams sepanjang berkarier.
Bersama timnas Afsel, ia turut bermain di tiga laga Piala Dunia 2026, yakni pada laga melawan Meksiko, Republik Ceko, dan Korea Selatan. Permainannya turut membantu timnas Afsel menorehkan rekor lolos babak fase grup di Piala Dunia untuk kali pertama sepanjang sejarah.
Pencapaian-pencapaian itu tampak perlu dirayakan bagi publik Afsel. Namun, kematian Jayden Adams kini membawa duka bagi publik sepak bola Afsel. Menteri McKenzie menyebut bahwa Adams merupakan salah satu talenta muda terbaik yang kini dimiliki timnas Afsel.
“Sepak bola Afrika Selatan telah kehilangan salah satu talenta muda terbaiknya,” tutur McKenzie.
Kronologi dan Dugaan Penyebab Jayden Adams Meninggal
Sejauh ini, pihak otoritas Afrika Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kematian gelandang timnas mereka, Jayden Adams. Baik pihak kementerian olahraga maupun federasi sepak bola Afsel masih bungkam terkait hal ini.
Menilik kronologinya, kematian Jayden Adams dilaporkan terjadi pada Sabtu (11/7). Saat itu, ia baru saja kembali ke Afsel setelah kalah dalam laga babak 32 besar melawan Kanada pada 29 Juni lalu.
Jayden Adams disebut ditemukan tewas di rumah miliknya di Cape Town, Afrika Selatan. Media Afsel kemudian mengaitkan kabar kematian Jayden itu dengan permohonan penyelidikan yang dikeluarkan pihak kepolisian tak lama setelahnya.
Permohonan disebut berisi permintaan pihak kepolisian Cape Town Central untuk menyelidiki lebih lanjut penemuan jasad seorang pria berusia 25 tahun di sebuah rumah di Military Road, Scotscheskloof.
Seturut media Afsel, News24, Sabtu (11/7/2026) kematian mendadak Jayden ini telah membuat publik di sana berspekulasi tentang penyebab kematian gelandang muda tersebut. Beberapa spekulasi bahkan mengarah ke dugaan bunuh diri.
Akan tetapi, Menteri Olahraga Afsel Gayton McKenzie menegaskan bahwa penyebab kematian Jayden belum dikonfirmasi secara resmi. Dalam keterangan di X, ia menuturkan bahwa kini adalah waktunya bagi publik untuk memberikan ruang privasi bagi pihak keluarga Jayden yang dirundung duka.
Ayah Jayden, Juanito Adams, juga belakangan buka suara tentang kematian anaknya itu. Seturut media Afsel, eNCA, Sabtu (11/7/2026) Juanito menyebut bahwa kematian Jayden sangat mendadak.
“Seperti yang kalian semua tahu, ini adalah kematian yang mendadak. Keluarga sedang berjuang untuk menerimanya. Tidak akan mudah untuk melanjutkan hidup,” kata Juanito Adams.
Sementara itu, publik sepak bola dunia telah menyatakan rasa duka terhadap kepergian Jayden. Tak terkecuali Presiden FIFA Gianni Infantino.
“Sangat menyedihkan mendengar bahwa gelandang Afrika Selatan, Jayden Adams, telah meninggal dunia hanya beberapa minggu setelah tampil dalam kampanye Piala Dunia bersejarah negaranya,” kata Infantino dalam sebuah pernyataan.
Dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 pada akhir pekan lalu, pertandingan juga sejenak ditunda untuk memberikan penghormatan kepada mendiang Jayden.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id






























