Menuju konten utama

Krisis Minyak Dinilai Dapat Dorong Pembelian Kendaraan Listrik

Peferensi masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik dinilai tak lagi berkaitan dengan gaya hidup, tapi pilihan rasional dengan pertimbangan ekonomi.

Krisis Minyak Dinilai Dapat Dorong Pembelian Kendaraan Listrik
Petugas mengisi daya baterai mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area KM 379 A Tol Batang-Semarang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025). PT PLN (Persero) mencatat pengisian daya kendaraan listrik (electric vehicle/EV) mencapai 137.250 kali per 27 Desember 2025, naik tiga kali lipat dibandingkan total pengisian daya selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang sebanyak 48.254 kali. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/tom.

tirto.id - Penjualan kendaraan listrik (electric vehicle) diproyeksikan bakal meningkat di tengah kekhawatiran lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengatakan, tren ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang lebih efisien dari sisi bahan bakar, baik itu BEV (Battery Electric Vehicle), PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dan HEV (Hybrid Electric Vehicle).

"Secara umum, biaya operasi mobil-mobil BEV/HEV/PHEV memang sangat rendah," ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (31/3/2026).

Meski demikian, ia belum melihat adanya lonjakan harga di pasar kendaaran listrik, baik baru maupun bekas. Jika pun ada, menurutnya, hal tersebut bukan dipicu kekhawatiran mahalnya harga BBM.

"Belum ada informasi mengenai lonjakan," sebutnya. "Saya rasa peningkatan penjualan bukan karena alasan akan ada kenaikan harga-harga BBM," imbuhnya.

Sementara itu, Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, preferensi masyarakat untuk menggunakan kendaraan listrik tak lagi berkaitan dengan gaya hidup, melainkan pilihan rasional yang didasarkan dengan pertimbangan ekonomis.

Terlebih, untuk masyarakat kelas menengah ke atas yang mampu membeli kendaraan listrik. "Pergeseran minat ke EV tidak lagi bisa dilihat sebagai tren gaya hidup semata, tetapi sudah menjadi bentuk hedging ekonomi yang rasional, khususnya bagi kelas menengah atas," sebutnya.

Ini lantaran penggunaan kendaraan listrik maupu hybrid dapat menghemat biaya operasional hingga sekitar 80 persen, jika dibandingkan dengan biaya operasional kendaraan dengan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine).

"Sementara hybrid mampu memberikan efisiensi sekitar 40 persen-50 persen dibanding mobil konvensional sehingga keduanya menawarkan perlindungan nyata terhadap gejolak harga energi global," urainya.

Baca juga artikel terkait KENDARAAN LISTRIK atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana