tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai kehadiran mobil listrik atau electric vehicle (EV) di pasar otomotif Indonesia telah menciptakan tekanan kompetitif yang mendorong harga kendaraan konvensional menjadi lebih terjangkau. Airlangga menilai fenomena ini sebagai sebuah perkembangan baru di industri.
“Kalau kita lihat kemarin di pameran di Bumi Serpong Damai (BSD) harga mobil rata-rata Rp300 juta rupiah dan bahkan ada mobil yang harganya Rp175-Rp190 juta. Artinya dengan kehadiran elektrik harga mobil tertekan ke bawah dan ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Airlangga dalam acara Kadin, di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Ia pun menyoroti perihal adanya pergeseran pasar di penjualan mobil nasional. Saat ini, sambungnya, penjualan mobil listrik tercatat melonjak 18,27 persen secara tahunan per September 2025, sementara penjualan mobil secara umum stabil.
Airlangga menjelaskan bahwa tren penurunan harga ini didukung oleh gelombang investasi besar dari berbagai produsen kendaraan listrik global yang didorong oleh kebijakan insentif pemerintah.
“Pemerintah menyalurkan insentif untuk sektor otomotif Rp7 triliun dalam 2 tahun dan oleh karena itu beberapa pabrik sudah komitmen untuk membangun pabrik,” jelasnya.
Ia merinci sederet komitmen investasi yang telah masuk, antara lain dari BYD senilai Rp11,2 triliun, Chery Rp5,2 triliun, Wuling Rp16,8 triliun untuk otomotif dan baterai, FinFast Vietnam Rp3,7 triliun, dan investasi tambahan Hyundai Rp20 triliun.
Meski pertumbuhan EV pesat, Airlangga mengakui bahwa pangsa pasar kendaraan berbahan bakar minyak atau internal combustion engine (ICE) masih dominan, yakni sekitar 80 persen.
Ia juga menyampaikan arahan Presiden untuk menyediakan anggaran guna mendukung pengembangan mobil nasional. Namun tetap dengan mendorong keterjangkauan harga untuk seluruh segmen.
“Kami sudah cek di lapangan dari Gaikindo memang sekarang market terbesar pangsanya adalah mobil-mobil yang di bawah harga Rp300 juta sehingga ini yang didorong juga oleh pemerintah sehingga affordability menjadi tantangan,” ucap Airlangga.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





































