Menuju konten utama

KPAI Temukan Ada Siswa SMP Pakai Seragam SMA Ikut Demo di DPR

Meski begitu, KPAI tak mendalami lebih lanjut dari mana seragam SMA yang didapat siswa SMP tersebut

KPAI Temukan Ada Siswa SMP Pakai Seragam SMA Ikut Demo di DPR
Komisioner KPAI, Sylvana Maria Apituley, setelah mendampingi proses pemulangan pelajar yang ditangkap di lokasi demo, Selasa (26/8/2025). Tirto.id/Ayu Mumpuni

tirto.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah berinteraksi dengan 10 perwakilan anak di bawah umur yang ikut serta dalam aksi demo 25 Agustus di sekitar Gedung DPR RI. Mereka pun turut ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya.

Komisioner KPAI, Sylvana Maria Apituley, menyebut terdapat anak di bawah umur yang sekolah di bangku SMP. Namun, mereka menggunakan seragam SMA yang tidak tahu dapat dari mana.

"KPAI juga menemukan ada anak-anak yang masih berusia SMP bahkan ada satu kelompok anak usia SMP dan mereka berseragam SMA. Memang saya sedikit menyesal tidak bertanya dari mana kamu dapat seragam itu dan kenapa harus berseragam SMA," ungkap Sylvana di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Sylvana mengungkap anak-anak yang masih berusia di bawah 18 tahun memang dilarang mengikuti demonstrasi atau agenda-agenda politik. Hal itu diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Anak-anak jangan lagi dilibatkan dalam aksi-aksi politik dan agenda politik orang dewasa karena itu bertentangan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, itu melanggar hak anak," kata dia.

Meski dilarang oleh undang-undang, kata Sylvana, para remaja tetap memiliki hak menyampaikan pendapatnya. Kendati demikian, penyampaian pendapat itu dilakukan secara tertib tanpa melanggar aturan.

Diakui Sylvana, pelibatan anak di bawah umur dalam aksi demonstrasi menjadi pola yang terus berulang. Padahal, setelah dia tanyakan kepada 10 anak yang ditemui, mereka tak mengetahui apa tujuan penyampaian pendapat di depan Gedung MPR/DPR RI itu.

"Memang pengakuan mereka beragam, ada yang diajak teman, dalam perjalanan mau ke pasar tapi kemudian ikut diamankan tetapi ada yang mengatakan memang mau ikut demo di DPR. Anak-anak ini diajak, baik oleh teman sebaya, oleh kakak kelas, bahkan oleh alumni," ujar dia.

Diharapkan Sylvana, orang tua dan guru di sekolah menjaga para remaja itu. Dia pun mengaku sudah mencatat sejumlah sekolah yang muridnya paling banyak mengikuti demonstrasi dan akan menindaklanjutinya agar para murid tetap mendapatkan hak-haknya.

"Kira-kira apa yang akan dikerjakan oleh sekolah itu untuk mencegah keberulangan murid-muridnya ikut dalam aksi-aksi yang mereka tidak tahu," ucap dia.

Baca juga artikel terkait DEMO DPR 25 AGUSTUS atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto