Menuju konten utama

Cucun Sebut DPR Ingin Temui Pendemo, tapi Tak Ada Perwakilan

Cucun mengaku, BAM DPR RI akan menerima aspirasi pedemo dan akan menyerap aspirasi publik, termasuk saat demo di depan DPR, Senin (25/8/2025).

Cucun Sebut DPR Ingin Temui Pendemo, tapi Tak Ada Perwakilan
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (21/7/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyebut bahwa DPR sebenarnya siap menampung aspirasi massa aksi yang melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Senin (25/8/2025). Namun, hal itu tidak terlaksana karena tidak ada perwakilan massa yang resmi ditunjuk untuk menyampaikan aspirasi.

“Ini siapa yang mau berbicara, misalkan perwakilan segala macam. Kami kemarin menerima jawaban bahwa di awal-awal itu kan tidak ada perwakilan yang secara yang mengorganize [mengatur] ini kan,” kata Cucun kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Menurut Cucun, situasi tersebut berbeda dengan aksi yang diorganisasi oleh kelompok mahasiswa atau serikat buruh, di mana ada pihak yang jelas ditunjuk untuk berdialog dengan DPR. Apabila itu jelas, Cucun memastikan massa akan diarahkan kepada Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR yang menerima.

“Secara otomatis kalau BAM kan stand by di sini. Untuk mereka meng-accept semua apa yang menjadi aspirasi-aspirasi,” ujar Cucun.

Meski demikian, Cucun menegaskan DPR tetap menyerap kritik dan masukan dari masyarakat. Ia menyebut bahwa DPR juga terus melakukan evaluasi terkait hal itu.

“Kalau misalkan ada aspirasinya, tuntutannya terkait hal-hal yang sekarang karena perkembangan di media sosial itu dari akun ke akun, dari akun ke akun. Kita semua, bukan hanya dalam aspirasi, pembuatan undang-undang saja, kita dengarkan semua,” katanya.

“Jadi masukkan semua, itu yang dikatakan meaningful public participation juga kita dengarkan,” lanjut Cucun.

Selain soal aspirasi, Cucun juga menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas dalam penyampaian pendapat di muka umum. Ia berharap aksi-aksi ke depan tetap tertib dan tidak mengganggu fasilitas publik.

“Tapi kalau sudah sekarang jalan ditutup, kemudian juga ada fasilitas-fasilitas publik yang sebetulnya itu harus dijaga oleh kita semua,” katanya.

Dia mengakui bahwa DPR memang belum bisa berbuat sempurna dalam menjadi wakil rakyat. Akan tetapi, dia menyebut tengah berupaya untuk memperbaiki hal tersebut.

“Misalkan kan sekarang publik ini menilainya seperti ini, publik ini menilainya seperti ini. Jadi kita terus berjalan, apa yang kurang-kurang kita perbaiki semua. Mekanisme pembahasan undang-undang, mekanisme pengawasan, mekanisme terkait bagaimana penganggaran di sini. Terus kita lakukan perbaikan-perbaikan,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait DEMO DPR atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher