tirto.id - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bangsa Indonesia akan selalu konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Sikap tegas tersebut ia sampaikan dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Serangan terhadap negara yang berdaulat tidak dapat dibenarkan. Kedaulatan wilayah dan kemerdekaan politik setiap negara wajib dihormati. Tidak boleh ada negara mana pun yang merasa berhak untuk menentukan nasib bangsa lain,” tegas Muzani di hadapan sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI–DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Muzani menegaskan bahwa konstitusi Indonesia mengamanatkan kewajiban aktif dalam menjaga ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Dirinya menekankan bahwa Indonesia harus konsisten menolak perang sebagai cara menyelesaikan perselisihan antarnegara dan mengutamakan diplomasi sebagai jalan penyelesaian segala perbedaan.
“Kita tidak boleh kehilangan kata dan kesabaran untuk mencari jalan perdamaian melalui meja perundingan. Perdamaian adalah keberanian untuk menahan diri, kesediaan mendengar, dan kemampuan menempatkan kehidupan manusia di atas ambisi kekuasaan. Dunia tidak membutuhkan perang, dunia membutuhkan keberanian untuk berdamai,” katanya.
Sampaikan Belasungkawa untuk Pemimpin Iran dan Qatar
Dalam kesempatan yang sama, Muzani menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dua pemimpin negara sahabat.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Rahbar, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Perkenankan pula kami menyampaikan belasungkawa dan simpati yang setulus-tulusnya atas wafatnya Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani,” ucap Muzani.
Pada isu Palestina, Muzani memastikan sikap Indonesia tidak pernah berubah. Ia menegaskan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina bukan merupakan permusuhan terhadap agama atau bangsa tertentu, melainkan berakar pada sejarah perjuangan bangsa Indonesia sendiri dan amanat konstitusi.
“Bangsa Indonesia mengalami sendiri pedihnya penjajahan. Karena itulah kita tidak dapat berdiam diri ketika bangsa lain masih hidup di bawah penindasan dan keterbatasan. Kita mendukung hak rakyat Palestina untuk merdeka, berdaulat, dan hidup secara bermartabat di tanah airnya sendiri,” tegasnya.
Muzani menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen bangsa Indonesia.
“Rakyat dan bangsa Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina,” tukasnya.
Penulis: Khizbulloh Huda
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































