tirto.id - Ketua MPR RI 2024-2029, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih sejalan dengan amanat konstitusi yang menolak dominasi sistem persaingan bebas.
Menurut Muzani, pembangunan ekonomi nasional harus dilandaskan pada asas kekeluargaan agar masyarakat kecil tidak semakin tersingkirkan oleh kekuatan pasar. Politikus Partai Gerindra ini menyoroti pentingnya koperasi sebagai tameng ekonomi kerakyatan.
"Konstitusi kita menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan. Amanat ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh semata-mata diserahkan kepada persaingan bebas yang membuat pihak kuat semakin perkasa dan pihak lemah semakin tersisih," kata Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Lebih lanjut, Muzani meyakini bahwa koperasi adalah instrumen krusial untuk menciptakan pemerataan dan keadilan dalam sistem perekonomian bangsa. Dengan tata kelola yang profesional, koperasi dinilai mampu memotong rantai pasok sehingga distribusi kebutuhan pokok menjadi lebih efisien dan menguntungkan masyarakat akar rumput.
"Koperasi merupakan salah satu sarana untuk menghadirkan demokrasi dalam kehidupan ekonomi. Melalui koperasi yang dikelola secara sehat dan profesional, petani dapat memperkuat posisi tawarnya, nelayan dapat memperoleh akses pasarnya, pelaku usaha mikro dapat berkembang, distribusi kebutuhan pokok dapat diperpendek, dan nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat," jelasnya.
Oleh karena itu, Muzani memandang entitas Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih bukan sekadar lembaga komersial biasa.
Ia menyebut tolok ukur keberhasilannya harus dinilai dari sejauh mana lembaga tersebut mampu mengangkat derajat ekonomi warganya.
"Keberhasilan koperasi diukur dari tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan anggota, kuatnya tata kelola, serta bertambahnya kemandirian masyarakat," tutup Muzani.
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id






































