tirto.id - Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dalam perombakan Kabinet Merah Putih, Kamis (1/10/2026).
Pengangkatan Bahlil tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
Dalam Keppres tersebut, Bahlil Lahadalia ditetapkan sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Selain Bahlil, Keppres yang sama menetapkan Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Sebelum pelantikan, Bahlil tiba di Istana sekitar pukul 13.20 WIB bersama sejumlah pejabat yang dikabarkan akan dilantik pada hari ini, antara lain Listyo Sigit, Sugiono dan Arrmanatha Natsir.
"Nanti kita lihat ya, saya kan belum dilantik. nanti setelah pelantikan baru saya berikan keterangan," kata Bahlil saat memberi keterangan kepada media.
Pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menjadi bagian dari perubahan struktur kabinet pemerintahan Prabowo. Kementerian koordinator tersebut akan mengoordinasikan sejumlah kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan hilirisasi dan transisi energi.
Sebelum perubahan kabinet ini, Bahlil menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pada Februari 2026, pemerintah masih mencatat Bahlil sebagai Menteri ESDM dalam agenda Presiden Prabowo.
Selain Keppres Nomor 104/P Tahun 2026, dalam prosesi pelantikan juga dibacakan sejumlah keputusan presiden lainnya.
Keppres Nomor 105/P Tahun 2026 mengatur pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.
Kemudian, Keppres Nomor 84/T Tahun 2026 dan Keppres Nomor 96/P Tahun 2026 mengatur pengangkatan Ketua dan Anggota Ombudsman Republik Indonesia.
Sementara itu, Keppres Nomor 40/N Tahun 2026 mengatur pengangkatan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan serta Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































