tirto.id - Gubernur Bali, I Wayan Koster, segera membentuk satuan tugas (satgas) khusus melibatkan TNI-Polri untuk menangani sampah di pesisir pantai. Langkah ini diambil sebagai respons cepat setelah Presiden Prabowo Subianto menyentil kondisi pantai Bali yang dinilai kotor dan kumuh dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Senin (2/1/2026).
Politisi PDIP itu pun akan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pendidikan dalam pembentukan satgas tersebut.
“Saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai. Begitu sampah datang, langsung bisa dibersihkan, tidak perlu menunggu dua jam, tiga jam,” kata Koster kepada para wartawan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, pada Senin.
Menurutnya, pembahasan pembentukan satgas itu akan langsung dilakukan segera setelah ia pulang kembali ke Bali.
“Ya, begitu pulang [sampai Bali] kita akan membentuk satgas langsung,” tegasnya.
Koster lantas menyampaikan harapan, agar para siswa turut berpartisipasi dalam satgas. Siswa akan diminta ikut membersihkan pantai-pantai di Bali dari sampah yang menumpuk.
Sampah-sampah yang berhasil diangkut, kata Koster, nantinya akan dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dimiliki oleh Pemprov Bali.
“Kita olah, ada pengolahannya,” ucapnya.
Sebagai informasi, sebelumnya Presiden Prabowo Subianto dalam taklimatnya kepada para kepala daerah di acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 sempat menyinggung kotornya pantai-pantai di Bali.
“Indonesia indah, dia mau datang, lihat kumuh. Dia mau ke Bali, pantai Bali kotor,” kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menuturkan, saat ia berkunjung ke Korea Selatan, ia sempat bertemu dengan seorang pejabat di sana yang mengatakan bahwa kondisi pantai di Bali sangat kotor akibat sampah.
“Dia bilang, ‘your excellency, I just came from Bali. Bali so dirty now. Bali not nice’. Ah saya, tapi saya terima itu sebagai koreksi,” ujar Prabowo.
“Ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?” lanjutnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































