Menuju konten utama

Komite Reformasi Polri akan Benahi Kompolnas agar Independen

Badrodin mengakui, beberapa perwakilan masyarakat sipil melontarkan kritik terhadap Kompolnas yang dinilai tidak independen sebagai lembaga pengawas Polri.

Komite Reformasi Polri akan Benahi Kompolnas agar Independen
Anggota Komite Percepatan Reformasi Polri, Badrodin Haiti, memberikan keterangan pers usai menerima audiensi dari perwakilan aktivis lingkungan dan jurnalis di kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025). tirto.id/Naufal Majid

tirto.id - Anggota Komite Percepatan Reformasi Polri, Badrodin Haiti, mengatakan, pembenahan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menjadi salah satu fokus kerja komite dalam melakukan reformasi Polri.

Selama melakukan audiensi, Badrodin mengakui beberapa perwakilan masyarakat sipil melontarkan kritik terhadap Kompolnas yang dinilai tidak independen sebagai lembaga pengawas Polri.

“Tadi masukan [terkait Kompolnas] bukan hanya dari aktivis lingkungan, dari insan pers juga sama. Dari pers juga menyoroti masalah pengawasan eksternal yang tidak efektif bahkan berpihak pada pihak kepolisian,” kata Badrodin kepada wartawan usai menerima audiensi dari perwakilan aktivis lingkungan dan jurnalis di kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025)..

“Nah itu jadi masukan buat kita, bagaimana nanti desain Kompolnas ke depan,” lanjutnya.

Menurut Badrodin, kinerja Kompolnas yang selama ini dinilai tidak independen dan lebih memihak polisi telah menjadi sorotan Komite Percepatan Reformasi Polri. Ia beralasan, perbaikan di tubuh Kompolnas berkelindan dengan upaya percepatan reformasi di tubuh kepolisian.

“[Pembenahan Kompolnas] itu salah satu poin yang memang perlu menjadi satu sorotan kita dalam perbaikan kinerja polisi ke depan,” sebutnya.

Kapolri pada periode 2015-2016 itu menyebut, Komite juga terbuka dengan gagasan pembentukan lembaga pengawas kepolisian baru, yang diharapkan dapat bersikap lebih independen.

Meski begitu, wacana itu masih akan didiskusikan lebih lanjut oleh Komite. Langkah perbaikan Kompolnas juga belum disepakati karena Komite masih akan menggelar sejumlah diskusi dengan berbagai pihak terkait.

“Ya nanti kita bawa dalam diskusi, apakah nanti kita [perlu bentuk lembaga baru]. Memang perlu perbaikan, tapi bagaimana cara perbaikannya itu melalui proses diskusi, tidak kita sendiri gitu,” tegasnya.

Sebelumnya, usai melakukan audiensi dengan Komite Percepatan Reformasi Polri, Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak, mengkritisi kehadiran Kompolnas yang saat ini rekomendasinya justru dinilai semakin melemah.

Leonard juga menyebut, Kompolnas yang seharusnya menjadi lembaga independen pengawas kinerja Polri, justru komposisinya banyak diisi oleh unsur kepolisian.

“Dari waktu ke waktu melihat kelemahan dari rekomendasinya [Kompolnas], kemudian belum lagi kepada komposisinya kan yang juga bahkan diisi oleh unsur-unsur kepolisian,” ujar Leonard.

Oleh karena itu, ia mendesak perlunya ada sebuah lembaga eksternal yang melakukan supervisi terhadap Polri secara efektif.

“Intinya adalah independensi dari sebuah lembaga pengawasan ke depannya sangat diperlukan. Jadi external supervision yang efektif,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait REFORMASI POLRI atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher