Menuju konten utama

Komisi I DPR Kecam Israel Hancurkan Markas UNRWA di Yerusalem

Sukamta menilai, penghancuran fasilitas kemanusiaan UNRWA sama artinya dengan menghilangkan harapan bagi para pengungsi Palestina untuk bertahan hidup.

Komisi I DPR Kecam Israel Hancurkan Markas UNRWA di Yerusalem
Sukamta
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mengecam keras tindakan Israel yang menghancurkan markas United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) atau Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Yerusalem. Penghancuran tersebut dilaporkan terjadi pada 20 Januari 2026.

Sukamta menilai tindakan tersebut bukan hanya serangan terhadap fasilitas fisik, melainkan juga terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

“Penghancuran markas United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Neard East (UNRWA) di Yerusalem Timur adalah luka bagi nurani kemanusiaan. Ketika sebuah lembaga yang bertugas memberi makan, pendidikan, dan perlindungan bagi pengungsi justru dijadikan sasaran, maka yang diserang bukan hanya sebuah bangunan, tetapi rasa kemanusiaan itu sendiri,” kata Sukamta dalam keterangan resmi, Kamis (22/1/2926).

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI itu menegaskan, UNRWA selama ini hadir untuk melindungi kelompok paling rentan di Palestina, termasuk anak-anak, perempuan, dan keluarga pengungsi yang hidup dalam ketidakpastian akibat konflik berkepanjangan.

Politikus PKS ini menilai, penghancuran fasilitas kemanusiaan sama artinya dengan menghilangkan harapan bagi para pengungsi yang tidak memiliki pilihan lain selain bertahan hidup di tengah situasi krisis.

Sukamta juga mengingatkan bahwa apapun alasan politik dan keamanan yang dikemukakan, nilai kemanusiaan seharusnya tetap menjadi batas yang tidak boleh dilanggar. Menurutnya, ketika batas tersebut runtuh, dunia berisiko memasuki fase berbahaya berupa normalisasi penderitaan dan pembenaran atas ketidakadilan.

“Diam terhadap tindakan semacam ini berarti membiarkan kemanusiaan terus tergerus. Solidaritas terhadap rakyat Palestina bukan sekadar sikap politik, melainkan tanggung jawab moral bersama untuk memastikan bahwa nilai kemanusiaan tetap hidup di tengah konflik dan kekerasan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Israel merobohkan markas Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur pada Selasa (20/1/2026) waktu setempat. Sebelumnya, markas ini menjadi salah satu pusat pengungsian warga Palestina di tengah pendudukan Yerusalem Timur oleh Israel. Kini, Israel menutup kawasan tersebut dan melarang aktivitas pengungsi di sana.

Kantor berita Otoritas Palestina (PA), Palestinian News & Info Agency (WAFA), melaporkan pembongkaran tersebut terjadi di wilayah Sheikh Jarrah, dekat Masjid Al-Aqsa. Pembongkaran ini melibatkan buldoser dan unsur militer.

"Tentara Israel, dengan buldoser, menyerbu kompleks lembaga tersebut setelah menutup jalan-jalan di sekitarnya dan mengintensifkan kehadiran militer di daerah tersebut," tulis WAFA dalam laporannya pada Selasa.

Dinukil dari CNN, otoritas pertahanan Israel menyatakan bahwa langkah ini sebagai upaya "mengamankan kepemilikan penuh" atas properti dan lokasi bekas markas UNRWA. Upaya ini tetap dilakukan Israel meski ditentang oleh banyak pihak.

Baca juga artikel terkait JALUR GAZA atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher