Menuju konten utama

Kisah Korban Kecelakaan Bus ALS Terjebak karena Pintu Macet

Salah satu korban kecelakaan bus ALS mengisahkan kondisi mencekam saat bus tabrakan dan terbakar. Pintu macet karena hanya bisa dibuka dari luar.

Kisah Korban Kecelakaan Bus ALS Terjebak karena Pintu Macet
Tiga korban luka kecelakaan bus ALS menjalani perawatan di RS Siti Aisyah Lubuklinggau. FOTO/Humas Polda Sumsel
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Fakta baru terungkap dalam penyelidikan kecelakaan bus ALS-truk tangki di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Diketahui 16 orang meninggal dunia dalam musibah ini.

Fakta ini terungkap dari hasil pemeriksaan polisi terhadap kernet bus ALS, Muhammad Fadli (30) terkait kronologis dan kondisi kendaraan. Fadli merupakan satu dari empat korban selamat.

Saat kejadian, sebagian penumpang bus sedang terlelap tidur, ada juga bermain ponsel. Situasi berubah penuh kepanikan ketika terjadi tabrakan dengan truk tanki.

Dalam hitungan detik, api seketika muncul dari bagian depan bus. Seisi penumpang berusaha menyelamatkan diri ketika api makin membesar dan masuk ke kabin bus.

Namun usaha penumpang gagal karena mereka tak bisa membuka pintu depan bus. Sementara pintu belakang penuh dengan barang bawaan penumpang dan paket.

Fadli mengaku pintu bagian depan bus hanya bisa dibuka dari luar. Alhasil para korban berjibaku keluar dari jendela namun api keburu membakar mereka.

Fadli sendiri berhasil selamat dengan cara keluar dari jendela depan yang pecah, disusul tiga penumpang lain dalam kondisi terbakar.

"Pengakuan kernet, pintunya tidak bisa dibuka dari dalam, cuma dari dalam saja," ungkap Kasatlantas Polres Muratara AKP M Karim, Jumat (8/5/2026).

Fadli juga menuturkan bus ALS sempat mengalami kekeringan air radioator saat melintas di Lahat, Sumsel. Sementara sopir baru mengemudikan bus dari Empat Lawang, menggantikan satu sopir lain.

Fadli menyebut bus nahas itu rencananya dilakukan peremajaan pada Oktober 2026 setelah beroperasi selama 25 tahun dengan rute Jawa-Sumatera. Mengingat kondisi terbilang tua, bus itu kerap mengalami kerusakan.

"Keterangannya mau dipensiunkan bulan Oktober nanti," kata Karim.

Saat kejadian, kernet Fadli mengaku sopir bus berusaha menghindari lobang hingga hilang kendali dan masuk ke jalur kanan. Dari arah berlawanan datang truk tangki hinggi terjadi tabrakan lalu terbakar.

"Keterangan saksi menjadi salah satu petunjuk penyidik dalam mengungkap kasus ini," kata Karim.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, dalam proses investigasi kecelakaan, Ditlantas Polda Sumsel bersama Tim Labfor Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara lanjutan menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA).

Teknologi ini memungkinkan penyidik merekonstruksi kecelakaan secara digital dan tiga dimensi untuk mengetahui pola benturan, estimasi kecepatan kendaraan, hingga posisi akhir kendaraan sebelum terbakar.

Proses investigasi diperkuat dengan pemindaian lokasi menggunakan drone dan pengukuran digital guna memastikan penyebab kecelakaan dan analisis secara objektif dan berbasis scientific investigation.

"Kita tunggu hasil pemeriksaan ini agar dapat mengetahui penyebabnya secara pasti," kata Nandang.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN BUS atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Dipna Videlia Putsanra