tirto.id - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyetujui pembagian dividen senilai Rp21,04 triliun atau setara Rp212,5 per lembar saham. Jumlah tersebut setara 89 persen dari total laba yang diperoleh perusahaan dengan kode saham TLKM tersebut di sepanjang 2024 yang senilai Rp23,6 triliun.
Nilai tersebut terkontraksi 3,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari yang di tahun sebelumnya masih sebesar Rp24,56 triliun. Selain itu, RUPST juga menyepakati sisa laba bersih yang akan dibukukan sebagai laba ditahan sebesar Rp2,5 triliun, atau sekitar 11 persen dari total laba bersih TLKM 2025.
Sementara itu, pada 2024 TLKM membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp150,0 triliun, naik 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan, EBITDA atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortasi konsolidasian mencapai Rp75,0 triliun, dengan margin tetap terjaga di level 50,0 persen.
Menurut Direktur Utama Telko, Ririek Adriansyah, kinerja konsolidasian Perseroan ini cukup baik, meskipun TLKM terdampak program Pensiun Dini (Early Retirement Program /ERP) yang dilaksanakan pada kuartal II 2024. Selain itu, 2024 menurutnya juga merupakan tahun yang penuh tantangan bagi sektor telekomunikasi Indonesia, seiring dengan pelemahan kondisi makroekonomi domestik.
“Dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi yang melemahkan akibat ketidakstabilan global, serta persaingan industri yang semakin meningkat. mengakselerasi implementasi 5 Bold Moves guna meningkatkan daya saing, memperkuat ekosistem digital, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya, dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (27/5/2025).
Lebih lanjut, menurut Ririek, capaian di 2024 didorong oleh peningkatan bisnis Data, Internet & IT Services yang tumbuh 3,5 persen (yoy), menjadi Rp90,5 triliun. Pada saat yang sama, pendapatan interkoneksi pada tahun 2024 juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,3 persen (yoy) menjadi Rp9,2 triliun yang didukung oleh meningkatnya peluang bisnis layanan suara grosir internasional.
“Selain itu, pendapatan jaringan dan layanan telekomunikasi lainnya sepanjang tahun 2024 tumbuh double digit sebesar 17,4 persen (yoy) menjadi Rp13,4 triliun, di mana bisnis ini pada kuartal IV 2024 tumbuh sebesar 12,8 persen (QoQ/secara kuartalan) yang didorong oleh bisnis layanan satelit dan mengelola solusi,” tambah dia.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id




































