Kim Jong-un Bertemu Xi Jinping Guna Membahas Sanksi Nuklir

Oleh: Isma Swastiningrum - 8 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Kim Jong-un dan Xi Jinping bertemu di Beijing, Cina bahas soal sanksi nuklir.
tirto.id - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengadakan kunjungan ke Beijing, Cina dari tanggal 7-10 Januari 2019. Kim datang atas undangan presiden Cina, Xi Jinping guna membahas soal sanksi nuklir.

Kantor Berita Pusat Korea Utara sebagaimana dilansir AP News memberitakan Kim berangkat bersama istrinya Ri Sol-ju dan pejabat tinggi Korut lainnya.

Kim diperkirakan akan tinggal di Diaoyutai State Guest House dengan pengawasan yang ketat dari pihak keamanan. Sedangkan pertemuannya diadakan di Great Hall of the People yang terletak di sebelah Lapangan Tiananmen.

Perjalanan Kim tersebut dilakukan ketika AS dan Korea Utara berupaya menyelesaikan konflik nuklir selama puluhan tahun di Korea Utara.

Cina dan AS merupakan anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kedua negara ini telah memberlakukan sanksi PBB yang luas terhadap perdagangan energi, makanan laut, dan tekstil Korea Utara untuk mengekang program senjata nuklir Pyongyang sejak tahun 2017.

"Kedua pemimpin akan membahas soal sanksi [nuklir], guna memperbaiki sikap mereka yang sebelumnya umum dan tidak jelas," kata Cheng Xiaohe, profesor dari Universitas Renmin, Beijing.

"Memang tak mungkin untuk membatalkan semua sanksi, tetapi mereka bakal membahas jenis sanksi yang dapat dibatalkan dan pandangan Cina dan Korea Utara tentang sanksi tersebut," tambah Cheng seperti dikutip AP News.


Dalam pertemuan Kim dan Trump yang dilakukan di Singapura pada 12 Juni 2018 lalu mereka sepakat bahwa Amerika Serikat akan memberikan jaminan keamanan kepada Korea Utara dengan syarat negara itu harus melakukan denuklirisasi total.

SCMP melaporkan, meskipun semakin banyak gesekan perang dagang AS-Cina, Beijing tetap mendukung upaya untuk melakukan denuklirisasi semenanjung Korea. Pyongyang juga diyakini berusaha mendapatkan dukungan Beijing untuk memajukan negosiasi dengan Washington.

Dalam putaran terakhir pembicaraan keamanan diplomatik antara AS dan Cina, kedua negara berkomitmen untuk melanjutkan koordinasi dan secara ketat menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan di Korea Utara. .

Harry Kazianis, direktur studi pertahanan di Centre for the National Interest, Washington, menilai dalam kunjungan itu pemimpin Korea Utara ingin mengetahui apakah Xi Jinping akan mengurangi keterlibatan Beijing dalam program sanksi nuklir itu atau tidak.

"Kim jelas ingin mengatahui sejauh mana dukungan Cina terhadap sanksi Dewan Keamanan PBB itu," katanya seperti dilansir SCMP.

Kazianis menambahkan, setiap rencana Cina menjadi hal yang penting, karena akan memberi Kim ide tentang seberapa jauh dia dapat mendorong kembali melawan kampanye tekanan Washington terhadap Pyongyang—jika pemerintahan Trump menolak berkompromi dalam pemberian sanksi.

Kedatangan Kim di Beijing juga bertepatan dengan akan diadakannya pertemuan puncak AS-Cina dalam upaya mengakhiri perselisihan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.


Baca juga artikel terkait NUKLIR KOREA UTARA atau tulisan menarik lainnya Isma Swastiningrum
(tirto.id - Politik)


Penulis: Isma Swastiningrum
Editor: Yantina Debora
Kontributor: Isma Swastiningrum