tirto.id - Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Sunarno, mengklaim pengurus perserikatannya terkena doxing menjelang aksi Hari Buruh atau May Day 2026.
Doxing itu, kata dia, usai unggahan di media sosial soal ajakan aksi di depan Gedung DPR, Senayan, Jumat (1/5/2026).
“Lalu, doxing juga ke pengurus kami karena bikin unggahan seruan aksi May Day bersama rakyat,” ujar Sunarno saat aksi.
Ia juga mengaku akun perpesanan WhatsApp miliknya sempat tak bisa diakses. Akan tetapi, hal itu tak membuatnya mundur untuk mengikuti aksi di depan Gedung DPR.
“Tapi kami tetap teguh pada pendirian, kami tetap melakukan aksi May Day bersama rakyat di depan DPR,” katanya.
Sebagai informasi, Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) menggelar aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 di depan Gedung DPR RI, Jakarta.
Adapun aliansi Gebrak ini terdiri dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), dan organisasi lainnya
Sunarno menyebut aksi ini bersifat mandiri dan tidak bergabung dengan perayaan “May Day Fiesta” yang digelar di kawasan Monas bersama pemerintah.
“KASBI dan Aliansi GEBRAK tidak bergabung ke acara MayDay Fiesta di Monas bareng Presiden karena kondisi perburuhan secara riil memang masih sangat memprihatinkan,” kata Sunarno dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































