Menuju konten utama

Buruh Bawa Patung dengan Leher Dirantai saat Aksi May Day di DPR

Patung itu, menyerupai sosok mengenakan setelan jas hitam dengan peci dan celana loreng tentara.

Buruh Bawa Patung dengan Leher Dirantai saat Aksi May Day di DPR
Demo peringatan Hari Buruh di depan Gedung DPR, Jumat (1/5/2026). Tirto.id/Rahma Dwi Safitri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, dalam peringatan Hari Buruh alias May Day, Jumat (1/5/2026).

Pantauan Tirto, para buruh yang terdiri dari berbagai organisasi ini mulai memadati DPR sekitar pukul 13.55 WIB. Pada aksi yang diikuti para buruh ini terlihat membawa sebuah patung yang menyerupai sosok mengenakan setelan jas hitam dengan peci dan celana loreng tentara.

Patung ini tampak mengepal tangan ke depan sementara lehernya dilingkari oleh rantai besar yang dipegang oleh patung di belakangnya yang diberi bendera Amerika Serikat di lengannya.

Sejumlah peserta aksi tampak membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan perbaikan kondisi kerja, kenaikan upah, hingga penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing.

Sebagai informasi, aliansi Gebrak ini terdiri dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), dan organisasi lainnya

Sebelumnya, Ketua Konfederasi KASBI Sunarno juga mengatakan aksi tersebut diperkirakan diikuti sekitar 10.000 massa dan mengusung tema #MayDayBersamaRakyat. Dia menyebut aksi ini bersifat mandiri dan tidak bergabung dengan perayaan “May Day Fiesta” yang digelar di kawasan Monas bersama pemerintah.

“Kasbi dan Aliansi GEBRAK tidak bergabung ke acara MayDay Fiesta di Monas bareng Presiden karena kondisi perburuhan secara riil memang masih sangat memprihatinkan,” kata Sunarno dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Dalam aksi May Day 2026, KASBI dan GEBRAK membawa sejumlah tuntutan, antara lain:

1. Segera Wujudkan UU Ketenagakerjaan Pro Buruh dengan melibatkan serikat buruh, pasca putusan MK 168 tentang Omnibus law Cipta kerja;

2. Reformasi sistem pengupahan dan hilangkan Disparitas upah : Berlakukan upah layak nasional yang adil dan bermartabat bagi kaum buruh;

3. Jamin kepastian keria : Hapus Sistem Outsourcing, kerja kontrak, kemitraan palsu, dan pemagangan eksploitatif;

4. Ratifikasi Konvensi ILO 188, dan konvensi ILO 190, jamin dan lindungi buruh perempuan dan disabilitas;

5. Sejahterakan tenaga pendidik, dosen, pekerja platform, pekerja medis dan kesehatan.

6. Setop PHK masal dan Pemberangusan Serikat Buruh,;

7. Wujudkan pendidikan gratis, kesehatan gratis dan berkualitas;

8. Tegakkan supremasi sipil, jaga demokrasi, stop militerisme, stop kriminalisasi gerakan rakyat, bebaskan aktivis yang di tangkap;

9. Jalankan Reforma Agraria sejati, hentikan penggusuran tanah rakyat;

10. Hentikan Perang : Solidaritas untuk kedaulatan rakyat Palestina, Iran, Venezuela, Cuba, dll.

Baca juga artikel terkait MAY DAY atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama