tirto.id - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sekaligus Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah, meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Fatmawati, Jakarta, pada Minggu (1/3/2026).
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh sejumlah Komisioner KPAI yang menyampaikan belasungkawa atas kepergian pemimpin sekaligus rekan sejawat mereka. Komisioner KPAI Aris Adi Leksono membenarkan kabar tersebut.
"Iya benar [meninggal], di RS Fatmawati, sekitar pukul 8.25 WIB," kata Aris kepada wartawan Tirto, Minggu (1/3/2026).
Aris menyampaikan bahwa jenazah mendiang disemayamkan dan disalatkan terlebih dahulu di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekitar pukul 11.00 WIB.
Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Jawa Timur untuk dikebumikan di kompleks Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif yang terletak di Jalan KH Bisri Syansuri Nomor 21, Denanyar, Kabupaten Jombang.
"Setelah sholat dzuhur Jenazah di berangkatkan ke Jombang dan dimakamkan Pemakaman Ponpes Denanyar, Jombang, Jawa Timur," ujar Aris.
Komisioner KPAI lainnya, Dian Sasmita, turut menyampaikan pesan duka atas wafatnya Margaret pada Minggu pagi.
"Telah wafat Ketua KPAI dan Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj Margareth Aliyatul Maimunah binti KH M. Faruq di RS Fatmawati, hari ini Ahad 1 Maret 2026 jam 08.25. Semoga husnul khotimah dan menjadi ahlul jannah," tulis Dian dalam pesannya kepada Tirto.
Semasa hidupnya, Margaret menjabat sebagai Ketua KPAI paruh kedua periode 2022-2027, menggantikan Ai Maryati Solihah.
Ia terpilih pada 25 Agustus 2025 di Kantor KPAI, yang ditetapkan melalui Berita Acara Nomor 26/PR.03.01/08/2025.
Sesuai ketentuan Peraturan Presiden (Perpres), pemilihan ketua tersebut dilakukan dari dan oleh anggota KPAI melalui mekanisme musyawarah atau pemungutan suara.
Selain memimpin KPAI, perempuan yang akrab disapa Liya ini juga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PP Fatayat NU masa khidmat 2022-2027.
Ia mendapat dukungan dari mayoritas delegasi pada Kongres ke-16 Fatayat NU melalui sidang pleno tertutup di Auditorium Utama Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatra Selatan.
Liya merupakan putri kedua dari pasangan KH Mohammad Faruq dan Hj Lilik Chodijah binti KH Aziz Bisri. Ia tercatat sebagai keturunan dari KH M. Bisri Syansuri asal Jombang, salah satu ulama ahli fikih yang juga tokoh pendiri Nahdlatul Ulama.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id
































