Menuju konten utama

Ketua DPR Dukung Kerja Sama RI-Cina di Investasi dan Pariwisata

Puan menyampaikan dukungannya terhadap berbagai bentuk kerja sama antara Indonesia dan Cina, mulai dari sektor ekonomi hingga pariwisata.

Ketua DPR Dukung Kerja Sama RI-Cina di Investasi dan Pariwisata
Ketua DPR Puan Maharani memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi ke-19 Uni Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam atau Parliamentary Union of the OIC (PUIC) tahun 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.

tirto.id - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menerima kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Cina, Li Qiang, di Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu (25/5/2025). Puan menyambut kedatangan PM Li Qiang yang tiba bersama beberapa menteri dari kabinetnya itu pada Minggu sore.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Puan menyampaikan dukungannya terhadap berbagai bentuk kerja sama antara Indonesia dan Cina, mulai dari sektor ekonomi hingga pariwisata.

“RRT merupakan mitra utama perdagangan dan investasi Indonesia. Potensi hubungan ekonomi ini harus terus kita tingkatkan, di tengah situasi ketidakpastian ekonomi global,” kata Puan dalam pertemuan tersebut, dikutip dari keterangan pers resmi yang diterima Tirto, Minggu (25/5/2025).

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), total nilai perdagangan antara Indonesia dan Cina telah melampaui 135 miliar dolar AS. Dalam kesempatan itu, Puan juga mengajak agar kerja sama ekonomi antar kedua negara terus diperkuat, termasuk penyelesaian protokol ekspor untuk produk-produk pertanian Indonesia seperti buah tropis dan hasil perikanan.

“Saya juga ingin mendorong peningkatan kerja sama ekonomi untuk pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, manufaktur, transisi energi di Indonesia,” ujar Puan.

Mengenai investasi, Puan mencatat bahwa Cina merupakan investor asing terbesar ketiga di Indonesia dengan akumulasi investasi mencapai 36,4 miliar dolar AS sejak tahun 2019 hingga 2025.

“Dalam konteks ini, DPR RI memiliki peran strategis dalam memperkuat regulasi, mengawasi implementasi, dan memastikan bahwa kerja sama investasi akan berkontribusi bagi kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Lebih jauh, politisi PDIP itu turut menyoroti pentingnya kolaborasi dalam pengembangan teknologi pertanian modern dan berkelanjutan untuk menghadapi isu ketahanan pangan.

“Saya juga mendorong agar investasi terkait energi berkelanjutan dari RRT dapat menjadi model kerja sama internasional yang menginspirasi transisi energi secara global,” sebut Puan.

Ia juga menyoroti pentingnya hubungan antar masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperkuat konektivitas antar bangsa.

“Hubungan antar negara yang kokoh, sejatinya dibangun dari fondasi hubungan dan persahabatan antar masyarakatnya,” tegas Puan.

Dukungan juga disampaikan Puan terhadap kerja sama RI-Cina dalam sektor pariwisata dan pendidikan. Ini menyusul komitmen yang dibahas dalam pertemuan antara PM Li Qiang dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada pagi hari yang sama.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati 12 bentuk kerja sama, termasuk empat nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani, mencakup bidang ekonomi, kesehatan, dan pariwisata.

Puan menyoroti pentingnya kerja sama pariwisata, mengingat lebih dari 1,1 juta wisatawan asal Cina mengunjungi Indonesia sepanjang tahun 2024.

“Pariwisata, budaya, kuliner, dan film juga berperan dalam meningkatkan hubungan antar masyarakat. Saya ingin mengundang lebih banyak lagi turis RRT berkunjung ke Indonesia,” tutur Puan.

Setelah pertemuan, Puan menyatakan kesiapan DPR untuk mendukung implementasi kerja sama antara kedua negara melalui fungsi legislasi, pengawasan, serta fungsi lainnya.

“Juga bagaimana kita meningkatkan people to people contact melalui pendidikan dan pariwisata. Tadi juga disampaikan bagaimana masyarakat Indonesia dan rakyat Tiongkok untuk lebih banyak datang ke Indonesia dan masyarakat Indonesia untuk lebih banyak datang ke Tiongkok,” jelasnya.

“Yang pasti DPR RI mendukung kebijakan yang akan dilakukan oleh pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang saling menguntungkan di antara kedua belah pihak,” tambah Puan.

Baca juga artikel terkait CINA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Farida Susanty