Menuju konten utama

Kesepakatan Tarif RI-AS Dikritik, Pemerintah: Enggak Ada Masalah

Menurutnya kritik yang datang dari masyarakat dapat dijadikan bahan evaluasi pemerintah.

Kesepakatan Tarif RI-AS Dikritik, Pemerintah: Enggak Ada Masalah
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro memberikan keterangan kepada wartawan terkait hewan kurban Presiden Prabowo di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/6/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU

tirto.id - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, berpendapat bahwa munculnya pro dan kontra terkait penurunan tarif impor dari Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia menjadi 19 persen merupakan hal yang wajar.

“Kalau kontra tentu sebagai pemerintah kita akan dengarkan apa yang menjadi kritik publik,” katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Dia memastikan pemerintah terbuka dengan adanya masukan dari publik. Dengan begitu, tentu kritik yang datang dari masyarakat dapat dijadikan bahan evaluasi pemerintah sehingga adanya pro kontra bukanlah suatu masalah yang besar.

“Terkait dengan kebijakan pemerintah dan itu menjadi bahan baik untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan kita. Nggak ada yang masalah terkait dengan pro kontra,” imbuhnya.

Terkait peluang terjadinya pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden AS, Donald Trump usai tarif impor untuk RI ditetapkan menjadi 19 persen, dia belum dapat memastikannya. Katanya, pemerintah harus melihat perkembangan dari implementasi tarif itu terlebih dahulu.

“Ya kita lihat saja nanti perkembangan dari implementasi dari tarif yang sudah diputuskan, yang sudah disepakati. Pasti namanya dagang pasti ada dinamika seperti apa nanti implementasinya,” katanya.

Namun, dia belum bisa menjelaskan makna pernyataan Trump yang mengklaim mendapatkan akses penuh atas kesepakatan tarif impor dengan Indonesia. Sebaiknya semua pihak menunggu penjelasan dari pemerintah lantaran Presiden Prabowo baru saja tiba di Indonesia usai kunjungannya ke sejumlah negara di Kawasan Timur Tengah.

“Ya, itu kan kita tunggu saja nanti detailnya ya. Apa yang dimaksud dengan full access dan kira-kira apa yang menjadi kebijakan kita setelah ini,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto mengaku belum puas terkait hasil negosiasi tarif dagang dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS). Sebab Presiden AS, Donald Trump hanya menurunkan tarif menjadi 19 persen dari sebelumnya 32 persen.

Padahal harapan Prabowo, tarif impor itu bisa benar-benar ditiadakan. "Ya kalau puas ya 0 persen," kata Prabowo di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (16/7/2025).

Meski demikian, kata Prabowo, kesepakatan tarif antara AS-Indonesia semata-mata demi kepentingan rakyat. Sejumlah penawaran pun telah diberikan kepada Trump hingga akhirnya tarif impor itu turun menjadi 19 persen.

Baca juga artikel terkait TARIF TRUMP atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Insider
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dwi Aditya Putra