Menuju konten utama

Kesehatan Gajah di SM Padang Sugihan Terancam Imbas Karhutla

Area gajah terpantau masih aman, tapi perlu dilakukan pencegahan untuk mengantisipasi api makin mengarah ke habitatnya.

Kesehatan Gajah di SM Padang Sugihan Terancam Imbas Karhutla
Karhutla di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, OKI, Sumsel. FOTO/Manggala Agni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, telah berlangsung sebelas hari. Dampak kebakaran itu pun mulai mengancam kesehatan puluhan ekor gajah yang tinggal di area konservasi ini.

Perhitungan sementara, kebakaran telah menyebabkan 90 hektare lahan di lokasi itu terbakar habis.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan kondisi lahan di SM Padang Sugihan terbilang cukup sulit karena merupakan lahan gambut dengan vegetasi semak belukar. Tim darat dari Manggala Agni, masyarakat peduli api, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, dan pemadam dari perusahaan, serta helikopter waterbombing dikerahkan sejak awal kebakaran.

"Kami masih lakukan pemadaman di SM Padang Sugihan karena sampai sekarang belum juga padam," ungkap Kepala Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, Jumat (11/9/2026).

Ferdian menyebut asap akibat karhutla juga mengarah ke sungai dan mengganggu arus lalu lintas. Asap pekat panas juga mengancam habitat gajah yang terletak di sisi timur.

"Sambil pemadaman, tim juga melakukan pendinginan agar tidak ada lagi muncul asap yang membahayakan," kata Ferdian.

Selain di SM Padang Sugihan, tim Manggala Agni juga berkonsentrasi memadamkan api di Pangkalan Lampam (Ogan Komering Ilir), Muara Medak (Musi Banyuasin), Sungai Rotan (Muara Enim), Sungai Rambutan, dan Kebun Raya Sriwijaya (Ogan Ilir). Karhutla di Kebun Raya Sriwijaya sebelumnya sempat padam tetapi kembali muncul titik api baru.

Kondisi api cepat membesar lantaran banyaknya material mudah terbakar. Hal itu membuat Manggala Agni menambah personil pemadam menjadi tiga regu yang berasal dari Banyuasin sebanyak dua regu dan satu regu dari Sarolangun, Jambi. Kondisi di lapangan yang sangat sulit membuat tim harus diatur secara bergantian dalam proses pemadaman.

"Kebun Raya Sriwijaya sebenarnya sudah padam dan tinggal pendinginan, tapi sore kemarin muncul titik karhutla baru di bagian belakang kebun, kita masih operasi pemadaman," kata Ferdian.

Kepala BKSDA Sumsel, Daniwari Widiyanto, mengakui masih ada titik api yang menyala di SM Padang Sugihan bagian timur. Sejauh ini area gajah terpantau masih aman tetapi perlu dilakukan pencegahan untuk mengantisipasi api makin mengarah ke habitat gajah.

"Area gajah masih termonitor aman, namun tetap kami waspadai untuk upaya pencegahan kepala api makin mengarah ke habitat gajah" kata Daniwari.

Pekatnya asap dikhawatirkan akan mengancam kesehatan puluhan ekor gajah yang mendiami lokasi itu. Sementara itu, gajah binaan yang berada di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 dalam pengawasan intensif mahout atau pawang gajah.

Karena itu, pihaknya melakukan upaya pencegahan dengan menyediakan pakan, nutrisi, obat-obatan, dan pemeriksaan medis bagi gajah binaan. Daniwari juga memastikan keberadaan gajah liar di habitatnya akan terus dipantau.

"Gajah liar dan gajah binaan tetap jadi perhatian, sampai dengan saat ini belum terpantau gajah keluar dari habitatnya," kata Daniwari.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Fadrik Aziz Firdausi