tirto.id - Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Republik Indonesia, Irfan Yusuf, melepas keberangkatan jemaah haji kloter pertama dari Aceh di Asrama Haji Banda Aceh, Sabtu (17/5/2025).
Irfan menegaskan, Aceh bukan sekadar wilayah administratif, tetapi merupakan titik awal peradaban haji di Nusantara sejak abad ke-16.
“Dari pelabuhan Ulee Lheue, gema takbir dan talbiyah pernah menggetarkan lautan menuju Tanah Suci. Gema itu adalah warisan peradaban Islam yang berakar kuat di masyarakat Aceh,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Minggu (18/5/2025).
Menurut Irfan, ibadah haji tidak hanya sekadar perjalanan fisik, melainkan juga refleksi dari cita-cita spiritual dan sosial umat Islam. Ia mencontohkan sosok Syekh Abdurrauf as-Singkili sebagai teladan haji yang pulang membawa ilmu dan nilai-nilai peradaban Islam, membangun pendidikan dan penguatan umat di tanah air.
Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian besar terhadap kelancaran dan kualitas penyelenggaraan haji.
“Presiden menekankan pentingnya pelayanan terbaik bagi jemaah. Karena itu BP Haji RI dibentuk, untuk memastikan jemaah berangkat dengan baik, sehat, selamat, dan pulang dalam keadaan mabrur,” sebutnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi, dan sukses keadaban serta peradaban. Menurut Irfan, nilai-nilai ini telah lama diamalkan para ulama Aceh.
Ia juga memberi pesan khusus kepada seluruh petugas haji agar mengutamakan pelayanan kepada jemaah, bahkan di atas ibadah pribadi ketika keduanya berbenturan.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari, menyampaikan bahwa kloter pertama dari Aceh terdiri dari 393 jemaah dan 7 petugas, yang akan menempati Sektor 9 Misfalah di Makkah.
Jamaah termuda adalah Sakina berusia 20 tahun asal Banda Aceh, sedangkan yang tertua adalah Taqiyah binti Moh Yusuf berusia 87 tahun. Total jemaah haji asal Aceh tahun ini mencapai 4.378 orang.
Adapun masa tunggu haji di Aceh saat ini mencapai 34 tahun, dengan lebih dari 135.915 calon jemaah dalam daftar antrean.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































