tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengeklaim hasil laboratorium tes makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diduga menyebabkan keracunan siswa di Cianjur, menunjukkan hasil negatif atau tidak mengakibatkan keracunan. Saat ini, BGN tengah menelusuri penyebab keracunan tersebut.
“Alhamdulillah seluruh hasilnya negatif. Jadi kami sedang mencari kurang lebih apa yang sebetulnya menyebabkan karena dari segi masakan dari hasil lab itu negatif,” ujar Dadan saat rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (6/4/2025).
Dadan mengatakan, kajian lab yang dilakukan sudah mencakup pemeriksaan food tray atau wadah makanan, air yang digunakan, fasilitas yang digunakan, hingga muntahan siswa yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Ada dua sekolah yang terdampak dari sembilan sekolah, yaitu dari 72 siswa yang terdampak dari 2.071 dan hasilnya sudah keluar dari lab, baik itu untuk tray (wadah), untuk airnya untuk fasilitas termasuk untuk masakan yang waktu itu dikonsumsi oleh siswa termasuk muntahannya,” ujar Dadan.
Sebelumnya, Dadan diketahui membesuk para korban keracunan di Cianjur yang diduga usai mengonsumsi MBG. Adapun siswa tersebut diketahui berasal dari SMP PGRI 1 dan siswa MAN I Cianjur.
Dia melaporkan jika SPPG Cianjur telah aktif beroperasi sejak 15 Januari 2026 dan sejak awal berjalan, SPPG Cianjur memproduksi 2.071 porsi hingga 3.470 porsi Makan Bergizi Gratis untuk pemenuhan gizi anak-anak kita di 9 sekolah.
Atas kejadian itu, Dadan menginstruksikan agar pembersihan sisa makanan dari makan bergizi gratis (MBG) tidak dilakukan di sekolah, melainkan dilakukan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Dari peristiwa ini, Badan Gizi Nasional menambah satu SOP dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis, yaitu, sisa makanan tidak dibersihkan di sekolah tapi di SPPG," kata Dadan dalam keterangan tertulis, Rabu (23/4/2025).
Dia juga akan melatih seluruh petugas SPPG Cianjur demi mengantisipasi kasus serupa. Pelatihan itu berupa penguatan kapasitas petugas SPPG dalam proses penyajian MBG.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























