tirto.id - Nama Zita Anjani disorot warganet setelah video yang memperlihatkan kehadirannya di daerah terdampak banjir bandang Sumatera viral. Kenapa?
Zita Anjani dalam unggahan di akun Instagram miliknya @zitaanjani pada Minggu, 30 November kemarin memperlihatkan kunjungannya ke Sumatera Barat, salah satu provinsi yang dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Dalam kegiatan itu, Zita tak hanya menyalurkan bantuan untuk korban bencana, namun ia juga turut membantu pembersihan rumah dari sisa lumpur yang terbawa saat banjir.
Yang jadi sorotan netizen adalah cara Zita dalam memegang alat kebersihan yang dinilai hanya untuk pencitraan saja.
“udah? cuman 1meter doang nyeroknya? itupun lumpurnya lu pepetin lagi ke tembok, nggak bikin bersih juga tu lantai,” tulis akun TikTok @lut*fif**zi*5.
“tolong itu artisnya diberi ruang sedikit. JD kurang lepas aktingnya gara2 figuran mondar mandir. dan usahakan figuran jg jgn terlalu pasif, ngapain kek. ngulik2 tanah kek. atau tiup2 lumpur kek,” ujar akun TikTok @ary*as*arant*ra.
Sosok Zita Anjani & Apa Jabatannya?
Zita Anjani lahir di Jakarta, 12 Maret 1990. Ia adalah seorang politikus Partai Amanat Nasional (PAN) dan merupakan putri kedua dari Ketua Umum PAN dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Zita menyelesaikan pendidikan Sarjana Hubungan Internasional di Universitas Pelita Harapan (UPH) sebelum meraih gelar Master of Science dari University College London (UCL) pada 2014, serta Diploma Montessori Education dari Sunshine Teachers Training.
Karier politiknya dimulai pada 2018 ketika ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dan berhasil terpilih untuk periode 2019–2024. Zita kemudian menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD.
Ia kembali memenangkan kursi DPRD untuk periode 2024–2029, namun mengundurkan diri setelah ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata pada 2024.
Selain di pemerintahan, Zita aktif memimpin lembaga pendidikan dan organisasi sosial, di antaranya mendirikan Yayasan Sekolah Kids Republic di Jakarta dan Bekasi, menjadi Ketua Yayasan SMA Kebangsaan di Lampung, serta menjabat sebagai Dewan Pembina Bunda Pintar Indonesia.
Ia juga pernah menjalani berbagai kegiatan internasional, termasuk magang di WHO Jenewa dan menjadi delegasi Indonesia dalam ajang CIOFF.
Dalam ranah organisasi politik, Zita memegang sejumlah posisi penting seperti Ketua DPP PAN (2019–2024), Bendahara Umum KPPI (2021–2026), dan Wakil Ketua Umum DPP PAN (2024–2029). Pada 2023, ia menerima penghargaan Ten Outstanding Young Person (TOYP) dari JCI.
Dalam kehidupan pribadinya, sejak 2012 Zita menikah dengan Radityo Egi Pratama dan dikaruniai tiga putri, yaitu Kaleela Aisyah, Kaisara Alisha, dan Khala Ameena Pratama.
Zita juga sempat mendampingi sang suami saat menjabat Bupati Lampung Selatan sebagai Ketua Tim PKK, Bunda PAUD, dan Bunda Forum Anak Daerah.
Kekayaan Zita Anjani Menurut LHKPN Terbaru
Zita Anjani tercatat memiliki sejumlah aset tidak bergerak berupa beberapa bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Depok, Jakarta Timur, dan Lampung Selatan.
Di Kota Depok, ia memiliki empat bidang tanah masing-masing seluas 281 meter persegi senilai Rp2,248 miliar, tanah 197 meter persegi senilai Rp1,576 miliar, tanah 450 meter persegi senilai Rp3,6 miliar, serta tanah 529 meter persegi dengan nilai Rp4,232 miliar.
Selain itu, ia juga memiliki dua bidang tanah di Lampung Selatan yang berasal dari hasil sendiri, yakni tanah seluas 3.637 meter persegi senilai Rp727.400.000 dan tanah 5.181 meter persegi senilai Rp1.036.000.000.
Aset terbesar berada di Jakarta Timur berupa dua properti tanah dan bangunan, yang pertama seluas 702/702 meter persegi senilai Rp15.902.692.000 dan yang kedua 580/1.090 meter persegi dengan nilai Rp17.370.300.000.
Di samping aset tanah dan bangunan, ia juga memiliki beberapa kendaraan, yaitu mobil Toyota Alphard tahun 2014 senilai Rp500.000.000, motor Honda tahun 2017 senilai Rp14.000.000, mobil Lexus LM350 tahun 2023 senilai Rp3.000.000.000, serta Toyota Alphard 2.5 G tahun 2021 bernilai Rp1.100.000.000.
Harta bergerak lainnya mencapai Rp30.444.986.000, sedangkan kas dan setara kas tercatat sebesar Rp6.000.000.000 dan harta lainnya Rp2.000.000.000.
Tidak terdapat hutang dalam laporan ini, sehingga total keseluruhan harta kekayaannya berjumlah Rp89.751.378.000.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id

































