Menuju konten utama

Kenapa Kita Dianjurkan Makan Kurma Saat Berbuka Puasa?

Kita kerap dianjurkan untuk berbuka puasa dengan buah kurma. Bukan sekadar sunnah Nabi, ini dia manfaat kurma saat puasa ditinjau dari sisi ilmiahnya.

Kenapa Kita Dianjurkan Makan Kurma Saat Berbuka Puasa?
Ilustrasi Buka Puasa dengan Kurma. foto/IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Manfaat kurma saat puasa telah menjadi topik berbagai penelitian ilmiah, baik terkait kandungan gizi maupun efeknya terhadap tubuh. Kita pun kerap dianjurkan untuk berbuka puasa dengan kurma. Lantas, apa manfaat membatalkan puasa dengan kurma?

Kurma menjadi salah satu jenis buah yang sangat populer saat Ramadhan. Kurma sendiri merupakan buah yang berasal dari pohon palem Phoenix dactylifera yang banyak tumbuh di wilayah Timur Tengah.

Secara rasa, kurma dikenal manis dengan tekstur yang lembut dan legit saat matang sehingga sering dijadikan camilan maupun hidangan berbuka puasa. Selain rasanya yang lezat, kurma ternyata menyimpan berbagai kandungan gizi yang baik untuk kesehatan.

Di balik tradisi berbuka dengan kurma yang diwariskan secara turun-temurun, ternyata ada alasan ilmiah tersendiri mengapa buah mungil ini layak dijadikan hidangan untuk membatalkan puasa.

Tradisi Berbuka dengan Kurma dalam Konteks Puasa

Ilustrasi Foto Ramadhan 2024

Ilustrasi Kurma. foto/IStockphoto

Di banyak negara dengan mayoritas muslim, kurma hampir selalu hadir di meja saat azan Magrib berkumandang. Buah yang satu ini bukan sekadar hidangan pembuka, melainkan telah menjadi salah satu simbol puasa itu sendiri.

Menyantap kurma sebelum makanan utama merupakan kebiasaan yang diwariskan lintas generasi. Tradisi ini berakar dari praktik yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan untuk berbuka puasa dengan kurma.

“Apabila salah seorang dari kalian berbuka puasa, maka berbuka puasalah dengan kurma. Karena sungguh kurma itu berkah. Jika dia tidak mendapatkan kurma, maka minumlah air. Karena sungguh air itu mensucikan.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Dari sudut pandang agama Islam, kurma memiliki makna religius yang kuat karena berbuka dengan kurma bukan sekadar makan buah, tapi juga mengikuti sunnah Nabi yang diyakini bisa mendatangkan pahala dan keberkahan. Oleh karena itu, berbuka dengan kurma dijadikan kebiasaan para muslim.

Menariknya, jika dilihat dari perspektif medis, kebiasaan turun-temurun ini ternyata selaras dengan kesehatan, khususnya kebutuhan tubuh setelah seharian berpuasa.

Setelah menahan makan dan minum selama berjam-jam, tubuh memerlukan asupan yang ringan, tapi cepat membantu memulihkan energi. Kebutuhan ini ternyata bisa dipenuhi oleh kurma yang bisa langsung dimakan.

Kombinasi antara sunnah Nabi dan fakta ilmiah inilah yang akhirnya membuat kurma jadi buah yang spesial, terutama selama Ramadhan.

Kandungan Gizi Kurma dan Manfaatnya saat Berbuka

Kurma menjadi makanan pembuka yang sangat populer saat bulan puasa. Tak hanya sarat makna religius, kurma juga dikenal kaya akan zat gizi yang membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima selama menjalani puasa.

Buah ini menyimpan kombinasi nutrisi yang membantu menstabilkan energi, mendukung pencernaan, serta menyediakan berbagai mineral penting yang diperlukan tubuh setelah berpuasa.

Sumber Gula Alami yang Cepat Diserap

Ilustrasi Kurma
Ilustrasi kurma. Getty Images/iStockphoto

Dikutip dari laman Universitas Airlangga, ahli gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair menjelaskan bahwa kurma memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Buah ini dinilai mampu membantu tubuh beradaptasi setelah seharian tidak menerima asupan makanan dan minuman.

Salah satu manfaat kurma saat puasa adalah sebagai sumber energi. Kurma mengandung gula alami yang dapat segera diolah menjadi energi sehingga efektif mengembalikan stamina setelah puasa. Gula alami dalam kurma terdiri dari glukosa, fruktosa, dan sukrosa.

Glukosa berperan sebagai sumber energi instan, fruktosa membantu menjaga kestabilan kadar gula darah, sementara sukrosa mendukung pelepasan energi yang lebih bertahap sehingga tubuh tetap bertenaga lebih lama setelah berbuka.

Namun, kandungan gula, khususnya glukosa, pada setiap jenis kurma bisa berbeda-beda. Hal ini diteliti dalam sebuah studi bertajuk Perbandingan Kadar Glukosa pada Kurma Ajwa, Sukari, Khalas, Medjool, dan Golden Valley.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kadar glukosa tergantung pada varietas dan tingkat kematangan kurma. Dari beberapa jenis yang diteliti, kurma Medjool memiliki kadar glukosa paling tinggi, diikuti oleh kurma Ajwa, Golden Valley, Khalas, dan Sukkari.

Serat dalam Kurma Bagus untuk Pencernaan

Ilutrasi Buka Bersama
Ilutrasi Buka Puasa dengan Kurma. foto/Istockphoto

Selain mengandung gula yang bisa menjadi sumber energi, manfaat kurma saat puasa adalah sebagai sumber serat. Seperti yang diketahui, serat sangat penting bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dikutip dari situs resmi IPB, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof Hardinsyah, menjelaskan bahwa kebutuhan serat orang dewasa sebesar 25-26 gram per hari. Namun, anak-anak dan lansia memiliki kebutuhan serat yang lebih rendah.

Kebutuhan serat ini bisa dipenuhi dengan mengonsumsi makanan seperti sayur dan buah, salah satu yang direkomendasikan adalah kurma. Menurut laman Verywell Health, 2-4 buah kurma saja sudah bisa menyediakan 4 gram serat.

Serat sendiri sangat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan karena bisa mencegah terjadinya sembelit. Serat bisa mendorong pergerakan usus yang teratur sehingga berkontribusi pada pembentukan feses.

Hal ini didukung oleh bukti ilmiah, salah satunya pada jurnal penelitian Impact of Palm Date Consumption on Microbiota Growth and Large Intestinal Health: A Randomised, Controlled, Cross-Over, Human Intervention Study.

Studi ini melibatkan sejumlah partisipan yang mengonsumsi 7 kurma per hari selama 21 hari. Hasilnya, frekuensi buang air besar meningkat signifikan setelah konsumsi kurma, menunjukkan adanya perbaikan dalam pergerakan usus.

Tak hanya itu, studi ini juga menemukan bahwa konsentrasi amonia feses menurun, serta ada penurunan genotoksisitas air feses secara signifikan setelah konsumsi kurma. Hal ini dikaitkan dengan lebih rendahnya risiko kanker usus besar.

Di sisi lain, serat juga bermanfaat untuk mengontrol gula darah. Menurut Healthline, serat memperlambat pencernaan dan dapat membantu mencegah kadar gula darah melonjak terlalu tinggi setelah makan. Jadi, kurma memiliki indeks glikemik yang tergolong rendah.

Punya Berbagai Mineral Penting untuk Tubuh

Ilustrasi Foto Ramadhan 2024
Ilustrasi berbuka puasa dengan kurma. (FOTO/iStockphoto)

Manfaat kurma saat puasa adalah mendukung kebutuhan berbagai mineral penting dalam tubuh. Kurma diketahui mengandung banyak mineral, termasuk fosfor, kalsium, kalium, magnesium, mangan, tembaga hingga zat besi.

Sementara menurut jurnal The Mineral Composition of Date Palm Fruits (Phoenix dactylifera L.) under Low to High Salinity Irrigation, buah kurma setidaknya memiliki 15 macam mineral. Berbagai mineral ini mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Mineral dapat menunjang kesehatan tulang dan gigi, membantu mengontrol tekanan darah, mendukung kesehatan dan fungsi otot, berperan dalam metabolisme, hingga membantu pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah.

Demikian penjelasan terkait manfaat kurma saat puasa. Dengan kandungan gizi yang cukup kompleks, kurma bisa dijadikan sumber energi dan nutrisi, tak hanya saat Ramadhan, tapi juga di hari-hari biasa.

Jangan lupa untuk melengkapi asupan gizi dari jenis makanan lain selama puasa, termasuk sayuran dan buah-buahan lain sehingga tubuh tetap sehat dan fit sepanjang Ramadhan.

Butuh informasi lain seputar puasa Ramadhan? Temukan berbagai tips, berita terkini, panduan ibadah, dan info bermanfaat lain di tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Ramadhan

Baca juga artikel terkait RAMADHAN atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani