Menuju konten utama

Kenapa Gus Yahya Diminta Mundur dari Ketum PBNU? Ini Responsnya

Kenapa Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf, diminta mundur dan bagaimana ia merespons hal tersebut?

Kenapa Gus Yahya Diminta Mundur dari Ketum PBNU? Ini Responsnya
Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2025). tirto.id/Auliya Umayna

tirto.id - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), memberi tanggapan mengenai wacana pemakzulan dirinya dari jabatan tersebut. Hal ini disampaikan dalam video meeting yang beredar di media sosial.

Gus Yahya menjelaskan bahwa telah dilakukan Rapat Harian Syuriah PBNU di Hotel Aston, Jakarta pada Kamis (20/11/2025). Rapat tersebut membahas mengenai kehendak untuk memberhentikannya dari jabatan sebagai Ketua Umum PBNU.

"Di situ membicarakan kehendak untuk memberhentikan saya. Bahkan sejak awal pertemuan sudah dinyatakan bahwa ada keinginan untuk memberhentikan saya," jelas Gus Yahya dalam unggahan video di akun Facebook Mohammad Yasin Al-Branangiy Al-Liqo'iy.

Gus Yahya menilai keputusan dalam Rapat Harian Syuriah PBNU adalah langkah sepihak yang diambil oleh Syuriah.

"Sehingga saya katakan tadi, keputusannya adalah keputusan sepihak oleh Syuriah dalam hal ini Rais Aam," tambah pria kelahiran Rembang tersebut.

Kenapa Gus Yahya Diminta Mundur dari Ketum PBNU?

Sebagaimana telah disebutkan, Rapat Harian Syuriah PBNU yang diselenggarakan pada Kamis (20/11). Rapat ini dihadiri 37 dari 53 jumlah total pengurus Harian Syuriah PBNU.

Rapat Harian Syuriah PBNU ini menghasilkan Risalah yang memuat keputusan penting, yakni memutuskan Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua PBNU dalam waktu tiga hari.

Dalam Risalah yang ditandatangani oleh Rais 'Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, salah satu alasan pemakzulan Gus Yahya adalah karena mengundang narasumber yang terkait dengan jaringan Zionisme Internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) pada 15 Agustus 2025 di Jakarta.

Hal ini dinilai melanggar ajaran Aswaja An-Nahdliyah dan bertentangan dengan Muqaddimah Qanun Asasi NU.

Menindaklanjuti keputusan di atas, PBNU dikabarkan akan menggelar rapat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia pada Minggu (23/11) di Surabaya. Hal ini dikonfirmasi oleh Ketua PCNU Surabaya, Masduki Toha.

Masduki juga menjelaskan bahwa rapat bakal membahas Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU yang berisi permintaan agar Gus Yahya mundur dari posisi Ketum PBNU.

Terlepas dari itu, Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, menyerukan kepada seluruh pengurus NU di seluruh tingkatan untuk tetap tenang dan menjaga suasana tetap kondusif.

"Ini dinamika organisasi yang sedang berjalan. Saya minta semua pengurus dan warga NU tetap tenang, tidak terbawa arus berita yang menyesatkan, dan tidak memperbesar kesalahpahaman," tutur Saifullah alias Gus Ipul di Jakarta pada Jumat (21/11) seperti diberitakan Antara.

"Ikuti seluruh perkembangan hanya melalui informasi resmi yang disampaikan jajaran Syuriah PBNU. Jangan terpengaruh kabar yang tidak jelas sumbernya," tambahnya.

Baca juga artikel terkait GUS YAHYA atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Addi M Idhom