Menuju konten utama

PBNU Minta Maaf Undang Akademisi Pro-Israel Peter Berkowitz

PBNU meminta maaf karena telah mengundang akademisi pro-Israel, Peter Berkowitz.

PBNU Minta Maaf Undang Akademisi Pro-Israel Peter Berkowitz
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memberikan pemaparan dalam acara Ngopi Bareng Gus Yahya dengan Sahabat Media di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (3/1/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, meminta maaf karena telah mengundang akademisi pro-Israel, Peter Berkowitz.

Peter Berkowitz diketahui diundang sebagai pemateri dalam Akademisi Kepemimpinan Nasional yang dilaksanakan PBNU di Jakarta pada 15 Agustus 2025.

“Saya mohon maaf atas kekhilafan dalam mengundang Dr. Peter Berkowitz tanpa memperhatikan latar belakang zionisnya,” kata Yahya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2025).

Gus Yahya, panggilan akrabnya, mengakui hal tersebut terjadi karena pihaknya tak cermat melihat rekam jejak narasumber yang akan diundang ke acara PBNU. Dia menjamin sikap organisasinya tak pernah berubah dari sejak dahulu hingga saat ini, termasuk dalam mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk memiliki negara yang merdeka dan berdaulat.

“Saya dan PBNU mengutuk tindakan-tindakan genocidal yang brutal yang dilakukan oleh pemerintah Israel di Gaza,” kata dia.

Lebih lanjut, Gus Yahya mengatakan bahwa PBNU mengajak semua pihak untuk menghentikan praktik genosida dan mengusahakan kedamaian.

“PBNU mengajak semua pihak dan aktor internasional untuk bekerja keras menghentikan genosida di Gaza dan mengusahakan terciptanya perdamaian,” ucap Yahya.

Nama Peter Berkowitz sebelumnya menjadi sorotan setelah pihak Rektorat Universitas Indonesia (UI) juga mengundangnya sebagai narasumber dalam acara Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Program Pascasarjana UI pada Sabtu (23/8/2025).

Peter Berkowitz merupakan akademisi yang juga penulis buku Israel and the Struggle over the International Laws of War (2012). Di dalamnya, Berkowitz secara gamblang mengkritik laporan Goldstone Report dan berbagai tuduhan internasional terhadap Israel.

Ia juga rajin menulis kolom yang mendukung kepentingan Israel terhadap Palestina. Semisal artikel Explaining Israel’s Just War of Self-Defense to America (2024) serta Disregarding Military Necessity to Accuse Israel of War Crimes (Desember 2024) yang menyajikan pembenaran militerisme Israel terhadap Palestina.

Baca juga artikel terkait KONFLIK GAZA atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama