tirto.id - Enzo Maresca dipecat sebagai pelatih kepala Chelsea pada Kamis (1/1/2026). Apa alasan The Blues memecat pelatih yang membawa mereka juara Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 itu?
Melalui pengumuman resminya, Chelsea mengumumkan bahwa pemecatan ini akan berdampak positif untuk mengembalikan The Blues ke target musim ini.
"Dengan target utama bermain di empat kompetisi, termasuk lolos Liga Champions, Enzo dan klub percaya perubahan ini memberikan kesempatan terbaik agar kembali ke jalur untuk mencapainya," tulis keterangan resmi Chelsea.
Seharusnya, kontrak Maresca di Chelsea baru berakhir pada 2029 mendatang. Namun, hubungan mantan asisten Pep Guardiola itu dengan pihak klub memburuk belakangan ini.
Keretakan hubungan itu memuncak pada 13 Desember 2025 lalu, ketika Maresca menyatakan telah merasakan "48 jam terburuk" selama berada di klub asal London itu.
Hal itu ia sampaikan di konferensi pers pasca laga kontra Everton. Dalam laga kontra Everton itu, Chelsea menang dengan skor 2-0, namun jadi satu-satunya kemenangan dalam 7 laga Liga Inggris terakhir Chelsea.
Pada musim 2025/2026, performa Chelsea memang naik-turun. Menjelang paruh musim, skuad asuhan Maresca asuhan bahkan mengalami tren buruk.
Dalam 10 laga terakhir di Liga Inggris, taktik Maresca hanya berhasil mendulang 4 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 2 kekalahan.
Namun, menukil The Guardian, keputusan untuk menghentikan kontrak di tengah jalan lebih didasari alasan di luar lapangan, alih-alih tren buruk Chelsea belakangan ini.
Maresca disebut merasa tak cukup dibela dan selalu disalahkan oleh manajemen klub ketika The Blues mengalami kekalahan.
Melansir talkSPORT, Maresca merasa menjadi kambing hitam kekalahan Chelsea, padahal ia tidak memiliki keleluasaan untuk memilih starting eleven kendati ia adalah pelatih kepala.
Hal itu disinyalir karena ketidaksepahaman Maresca dan para pemilik dan direktur olahraga klub tentang rotasi pemain.
Maresca disebut beberapa kali terpaksa menerjunkan pemain yang bukan pilihannya demi mengakomodasi keinginan direktur olahraga dan para pemilik klub untuk memberikan para pemain muda pengalaman berlaga.
Dengan pemecatan Maresca, Chelsea kini telah memecat 6 pelatih sejak diakuisisi konsorsium pimpinan pengusaha AS, Todd Boehly, pada 2022 lalu. Sebelum memecat Maresca, Chelsea telah memecat Thomas Tuchel, Graham Potter, Frank Lampard, Bruno Saltor, hingga Mauricio Pochettino.
Enzo Maresca Dipecat, Siapa Isi Kursi Pelatih Chelsea?
Usai tak lagi dilatih Maresca, posisi pelatih Chelsea kini lowong. Pihak klub dilaporkan tengah bergerak cepat untuk memilih pengganti Maresca, sejumlah nama mencuat dalam bursa pengganti eks pelatih Leeds United itu.
Salah satu nama yang disebut jadi yang terdepan untuk menggantikan Maresca adalah Liam Rosenior yang kini tengah melatih tim Liga Prancis, RC Strasbourg.
Diberitakan Sky Sport pada Kamis (1/1/2026), Liam Rosenior jadi pilihan utama dalam daftar pelatih pengganti Maresca, meskipun The Blues masih mempertimbangkan beberapa nama lain sebagai alternatifnya.
RC Strasbourg yang kini dimiliki BlueCo, konsorsium investasi yang membeli Chelsea pada 2022 lalu disebut membuat kemungkinan Rosenior melatih Cole Palmer dkk. meningkat.
Bahkan, RC Strasbourg dikabarkan telah menyiapkan kandidat pengganti Rosenior untuk mengantisipasi jika pelatih 41 tahun itu benar direkrut Chelsea.
Namun, Rosenior tak jadi satu-satunya nama yang mencuat. Ada pula nama-nama pelatih lainnya, seperti Oliver Glasner, Cesc Fabregas, Andoni Iraola, Roberto De Zerbi, Xavi Hernandez, hingga Zinedine Zidane.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id































