tirto.id - Mengetahui berbagai jenis keramik sangat penting bagi yang sedang membangun rumah. Pemilihan keramik yang tepat untuk lantai tidak hanya berpengaruh pada estetika ruangan, tapi juga ketahanan dan kenyamanan sehari-hari.
Lantai merupakan salah satu bagian paling penting dalam rumah. Tak hanya berfungsi sebagai penopang aktivitas sehari-hari, tapi juga berperan besar dalam menentukan tampilan sebuah ruangan. Lantai yang tepat pastinya akan membuat rumah tampak lebih bersih dan rapi.
Mayoritas rumah di Indonesia sudah menggunakan lantai keramik yang memang memberikan kesan modern dan mudah dibersihkan dari berbagai kotoran. Di sisi lain, jenis jenis keramik untuk lantai ternyata sangat beragam jika dilihat dari bahan pembuatannya.
Keramik terbuat dari apa? Mulai dari keramik porselen yang keras dan tahan lama hingga keramik dari tanah liat dan semen yang lebih tradisional, ada banyak variasi keramik yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan fungsi, gaya interior, dan jumlah anggaran.
12 Jenis Keramik Berdasarkan Bahannya

Pada dasarnya, keramik adalah salah satu jenis lantai yang banyak digunakan di dalam rumah. Namun, terjadi sedikit pergeseran makna dan kebanyakan masyarakat Indonesia menyebut keramik sebagai istilah umum untuk ubin lantai.
Mengacu pada pemahaman tersebut, maka keramik bisa terdiri dari berbagai jenis berdasarkan bahan pembuatnya. Setiap jenis keramik memiliki karakteristik tersendiri sehingga penting bagi kita untuk mengetahui perbedaannya sebelum memilih lantai yang tepat untuk rumah.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut macam macam keramik berdasarkan bahan utamanya:
1. Ubin Keramik Biasa
Ubin keramik terbuat dari campuran tanah liat, talc, dan pasir yang digiling halus dengan perbandingan tertentu. Bahan-bahan keramik ini kemudian diolah dan dibakar pada suhu tinggi (1.800 - 2.000 °F) agar mengeras.Bagian atas biasanya dilapisi glasir sehingga terlihat lebih halus, tahan air, dan terlindungi. Namun, bagian bawahnya tidak dilapisi sehingga lebih mudah menyerap kelembapan.
Keramik mudah dipasang dan dibersihkan, tapi cenderung kurang tahan terhadap tekanan berat dan mudah pecah atau tergores. Ini membuat lantai keramik kurang cocok untuk ruangan yang sering dilalui untuk membawa barang-barang berat.
2. Keramik Porselen
Ubin porselen adalah jenis keramik yang padat, permukaannya halus, dan kaya kaolin sehingga memiliki daya serap air lebih rendah dibanding keramik biasa. Campuran tanah liat untuk porselen lebih halus dan terpilih dibanding keramik standar, serta dikombinasikan dengan feldspar dan talc.Proses pembakarannya pun melibatkan suhu yang lebih tinggi, yaitu 2.200 - 2.500 °F (sekitar 1.205 - 1.370 °C). Karena proses produksi dan sifatnya yang khusus, ubin porselen biasanya lebih mahal dari keramik biasa.
3. Keramik Granit
Ubin ini terbuat dari granit, yaitu batuan beku yang terbentuk dari kristalisasi magma di bawah permukaan bumi. Batu ini sebagian besar terdiri dari kuarsa dan feldspar dengan tekstur butiran yang cukup kasar.Ubin granit biasanya sangat kuat sehingga banyak digunakan dalam konstruksi interior maupun eksterior, termasuk sebagai ubin lantai maupun paving di ruang publik.
4. Keramik Andesit
Mirip seperti granit, andesit adalah jenis batu alam yang berasal dari batuan vulkanik yang terbentuk ketika lava mendingin dan mengkristal di permukaan bumi. Jenis batu ini memiliki tekstur butiran halus dan struktur yang sangat padat.Sebagai material lantai, andesit dikenal sangat kuat, tahan terhadap cuaca, abrasi, dan lalu lintas berat, sangat cocok untuk area luar maupun dalam rumah yang sering dilalui orang.
Selain itu, ubin andesit memiliki permukaan bertekstur alami yang memberikan daya cengkeram tinggi sehingga anti-slip, ideal untuk teras, trotoar, dan area sekitar kolam renang.

5. Keramik Teraso (Terrazzo)
Jenis keramik berikutnya adalah teraso yang sudah populer sejak zaman dulu. Lantai ini terbuat dari pecahan marmer, kuarsa, granit, atau kaca yang dihancurkan, lalu dicampur dengan semen atau epoksi yang kemudian digiling dan dipoles hingga halus.Lantai dari teraso asli bersifat berpori sehingga rentan terhadap noda seperti tumpahan cairan karena bisa meresap ke dalam. Di sisi lain, saat ini ada pula keramik teraso tiruan atau keramik yang dibuat mirip teraso.
Ubin seperti ini tidak terbuat dari bahan komposit seperti teraso asli, tapi biasanya terbuat dari porselen yang dirancang agar memiliki motif/pola seperti teraso asli.
6. Homogeneous Tile
Homogeneous tile juga dikenal sebagai full body porcelain tile. Jadi, keramik yang satu ini sebenarnya adalah ubin porselen tanpa glasir. Seperti keramik porselen, ubin yang satu ini juga dibuat dari campuran tanah liat dan feldspar.Bahan keramik ini dipadatkan dengan tekanan tinggi sebelum dibakar pada suhu sangat tinggi untuk menghasilkan ubin yang padat, kuat, dan tahan lama. Permukaannya tidak mengilap, memiliki daya tahan cukup baik, serta tidak mudah tergores atau rusak.
7. Keramik Limestone
Keramik yang satu ini terbuat dari limestone, yaitu batu sedimen yang sebagian besar tersusun dari kalsium karbonat dan terbentuk dari akumulasi cangkang serta kerangka hewan laut seperti kerang jutaan tahun lalu.Banyak yang menyamakan limestone dengan marmer, tapi limestone relatif lebih lunak dan berpori dibandingkan marmer sehingga cocok digunakan untuk berbagai proyek dekoratif dan konstruksi, tapi juga lebih rentan terhadap goresan dan kerusakan.
8. Keramik Marmer
Keramik ini terbuat dari marmer. Marmer sendiri terbentuk dari batu kapur (limestone) yang mengalami perubahan akibat panas dan tekanan tinggi sehingga kristal kalsitnya saling mengunci dan menciptakan batu yang lebih padat dan keras.Selama proses ini, kandungan tanah liat, pasir, dan mineral lain dapat menghasilkan urat atau pola alami yang khas, menjadikan keramik marmer simbol kemewahan.
Marmer pun tersedia dalam berbagai warna tergantung mineral penyusunnya. Marmer kalsit murni biasanya berwarna putih, sedangkan yang mengandung limonit cenderung kekuningan.

9. Keramik Travertin
Ubin travertin merupakan salah satu jenis ubin batu kapur yang terbentuk dari endapan mineral di mata air panas alami. Batu sedimen ini terbentuk ketika kalsium karbonat mengendap dengan cepat, membentuk lapisan kalsit, sementara mineral lain ikut bercampur, menciptakan pola dan tekstur alami yang khas.Kombinasi ini memberikan travertin tampilan unik dan karakter yang membedakannya dari batu alam lainnya. Warna travertin yang paling umum meliputi krem, putih gading, cokelat, dan ada pula yang bernuansa abu-abu atau kemerahan.
10. Keramik Terracotta
Keramik terracotta merupakan salah satu jenis ubin keramik tanah liat. Namanya berasal dari bahasa Italia dan berarti “tanah yang dibakar”. Ubin ini memiliki sifat berpori dan warna kemerahan yang khas karena terbuat dari tanah liat yang kaya kandungan besi.Ubin ini dibentuk dalam berbagai model dan dibakar pada suhu tinggi hingga sekitar 1.000 °F (540 °C), menghasilkan lapisan akhir berwarna merah-cokelat yang tampak menarik. Terracotta banyak digunakan untuk atap, teras, atau lantai luar ruangan karena tampilan alami dan hangatnya.
11. Keramik Semen (Tegel)
Ubin semen atau biasa disebut tegel terbuat dari campuran semen, pasir halus, pigmen warna, dan bubuk mineral lain yang dituangkan ke dalam cetakan, lalu dikompresi di bawah tekanan yang sangat tinggi.Ubin semen tergolong kuat dan tahan lama. Selain itu, ubin semen memiliki massa termal yang tinggi. Artinya, ubin semen dapat menyerap, menyimpan, dan melepaskan panas secara perlahan. Karena sifat ini, ubin semen dapat membantu menjaga suhu ruangan lebih stabil.
12. Keramik Vitreous/Vitrified
Jenis keramik yang satu ini terkenal sangat kuat, halus, dan tampak seperti kaca, dengan porositas yang sangat rendah sehingga hampir tidak menyerap air.Ubin ini dibuat dari campuran sekitar 40% tanah liat dan 60% silika, menghasilkan ubin hampir seperti kaca dengan tingkat penyerapan air sekitar 0,5% atau bahkan lebih rendah sehingga sering tidak memerlukan lapisan glasir.
Tingkat porositas ubin vitrified bervariasi, mulai dari non-vitreous dan semi-vitreous (lebih menyerap) hingga vitreous dan impervious (hampir tidak menyerap). Ubin ini tahan gores, noda, dan abrasi, sangat tahan lama dan cocok untuk area dengan lalu lintas tinggi.
Itu dia beberapa jenis keramik yang bisa digunakan untuk lantai rumah. Memilih ubin lantai yang tepat memang harus mempertimbangkan banyak hal, mulai dari estetika, daya tahan, fungsi sesuai area penggunaannya, hingga harga.
Dengan memahami karakteristik masing-masing jenis keramik, kita bisa menyesuaikan pilihan lantai dengan kebutuhan dan gaya rumah sehingga menghasilkan ruangan yang indah, aman, dan nyaman.
Temukan informasi menarik lainnya seputar rumah, tips, rekomendasi produk, hingga tren properti di tautan berikut ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id




































