Menuju konten utama

Kemlu: Pemulangan Jemaah Haji Tertahan di Saudi secara Bertahap

Jemaah haji itu tertahan akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada jalur penerbangan internasional.

Kemlu: Pemulangan Jemaah Haji Tertahan di Saudi secara Bertahap
Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Heni Hamidah, memastikan pemerintah terus memberikan pelayanan dan fasilitasi bagi warga negara Indonesia (WNI), khususnya jemaah umrah, yang sempat tertahan di Arab Saudi.

Jemaah haji itu tertahan akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada jalur penerbangan internasional. Heni mengatakan ribuan WNI terdampak kondisi tersebut, saat ini mayoritas berada di Kota Jeddah.

“Dampak pertama terhadap WNI dengan keadaan konflik ini adalah stranded. Yang terdampak langsung ini WNI yang stranded,” kata Heni dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Heni menyebut jumlah WNI yang terdampak sejak awal konflik hingga saat ini telah mencapai lebih dari 6.000 orang. Ribuan WNI tersebut dipulangkan secara bertahap menyesuaikan dengan kondisi pembukaan jalur udara dan ketersediaan penerbangan.

“Kalau perhitungan kami, jumlah WNI stranded dari mulai awal sampai saat ini sudah ada 6.000 lebih. Nah, ini secara bertahap mereka difasilitasi untuk dipulangkan ke tanah air, tentunya melihat jalur penerbangan maupun ruang udara yang terbuka,” ujarnya.

Menurut Heni, sebagian besar WNI yang terdampak merupakan jemaah umrah yang berada di Jeddah. Pemerintah, kata dia, memastikan mereka tetap mendapatkan tempat tinggal sementara sembari menunggu jadwal penerbangan pulang.

“Yang paling banyak stranded ini di Jeddah untuk jemaah umrah. Dan ini pun secara bertahap kita fasilitasi untuk pemulangan. Jadi kalau belum ada penerbangannya, mereka ditampung di penginapan-penginapan sambil menunggu penerbangannya ada,” jelas Heni.

Dirinya menambahkan Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI di kawasan Timur Tengah memantau perkembangan situasi dan jumlah WNI terdampak setiap hari.

“Setiap hari itu kami ada laporan harian terkait penanganan WNI stranded ini. Jadi, bisa dilihat hari ini berapa, itu biasanya berkurang. Kalau jalur udara mulai dibuka, kemudian penerbangannya ada, secara bertahap mereka juga ditarik ke Tanah Air,” kata dia.

Kemlu juga terus memantau tingkat kesiagaan perwakilan RI di berbagai negara Timur Tengah. Heni menjelaskan status kedaruratan ditetapkan berbeda-beda sesuai kondisi keamanan di masing-masing negara.

Ia mencontohkan perwakilan RI di Tehran yang saat ini berada pada status Siaga 1, sementara beberapa perwakilan lain seperti di Beirut dan Damaskus berada pada tingkat Siaga 2.

“Penetapan tingkat siaga ini dilakukan oleh kepala perwakilan dengan berkonsultasi dengan pusat dan tentunya melihat kondisi riil di lapangan,” ujar Heni.

Pemerintah mengimbau masyarakat, terutama keluarga WNI yang berada di kawasan Timur Tengah, untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah terkait proses pemulangan dan kondisi keamanan di wilayah tersebut.

Baca juga artikel terkait JEMAAH HAJI atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama