tirto.id - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyepakati pembelian sistem peluru kendali (rudal) BrahMos dari India. Kepala Humas dan Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan pesisir atau coastal defence.
“Indonesia memang menjalin kerja sama dengan India dalam penguatan teknologi dan industri pertahanan, termasuk terkait sistem rudal BrahMos untuk mendukung kemampuan coastal defence,” ujar Rico dalam keterangannya kepada Tirto, Selasa (10/4/2026).
Meskipun demikian, Rico mengatakan bahwa detail kerja sama terkait pengiriman dan operasionalisasi sistem rudal tersebut tidak dapat disampaikan kepada publik. Menurut dia, informasi tersebut termasuk dalam kategori informasi kontraktual.
Dilansir dari The Times of India, BrahMos Aerospace mengamankan kontrak internasional pertamanya pada 2022 dengan Filipina. Rudal BrahMos adalah rudal jelajah supersonik yang dikembangkan bersama oleh India dan Rusia.
Rudal ini termasuk di antara rudal jelajah operasional tercepat di dunia, mampu mencapai kecepatan hingga Mach 2,8 hingga 3. Rudal ini dapat diluncurkan dari berbagai platform, termasuk darat, kapal perang, kapal selam, dan pesawat terbang seperti Sukhoi Su-30MKI yang dioperasikan oleh Angkatan Udara India.
Awalnya, ia dikembangkan dengan jangkauan sekitar 290 km. Lalu, versi yang lebih baru memiliki jangkauan yang lebih luas hingga lebih dari 400 km.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id





























