Menuju konten utama

Kemensos Sudah Tetapkan 28.478 Murid Baru Sekolah Rakyat di 2026

Jumlah murid baru Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027 masih mungkin bertambah melebihi angka 28.478 peserta didik.

Kemensos Sudah Tetapkan 28.478 Murid Baru Sekolah Rakyat di 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Senin (13/7/2026). (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial RI (Kemensos) sejauh ini sudah menetapkan 28.478 peserta didik baru Sekolah Rakyat pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Jumlah murid baru itu masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya proses verifikasi, penetapan oleh pemerintah daerah, dan kesiapan fasilitas di masing-masing sekolah.

"Data terus bergerak. Apa yang kami sampaikan hari ini adalah data per hari ini dan masih dimungkinkan bertambah seiring hasil verifikasi dan penetapan bersama pemerintah daerah," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor Kemensos, Jakarta, pada Senin (13/7/2026).

Gus Ipul menjelaskan, penerimaan murid di Sekolah Rakyat dilakukan melalui mekanisme penjangkauan, bukan pendaftaran seperti sekolah biasa. Sasaran program ini adalah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

"Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan. Penjangkauan dilakukan oleh para pendamping sosial di daerah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan BPS," jelasnya.

"Setelah diproses melalui pleno di daerah dan ditetapkan oleh bupati, wali kota, atau gubernur, barulah kami [Kemensos] menetapkannya sebagai siswa Sekolah Rakyat," tambah Gus Ipul.

Dengan adanya 28.478 siswa baru, jumlah murid Sekolah Rakyat saat ini mencapai 43.346 orang. Adapun angkatan lama merupakan peserta didik yang sudah menjalani pendidikan sejak tahun lalu.

"Per hari ini ada 28.478 siswa baru dan akan terus bertambah seiring penetapan dari pemerintah daerah serta menyesuaikan kesiapan sarana dan prasarana. Jika ditambah siswa existing, secara keseluruhan terdapat 43.346 siswa dengan 1.550 rombongan belajar," kata Gus Ipul.

Berdasarkan jenjang pendidikan, calon siswa baru terdiri atas 6.305 siswa SD yang terbagi dalam 210 rombel, 11.186 siswa SMP dalam 373 rombel, serta 11.077 siswa SMA di 369 rombel.

Gus Ipul mengungkapkan bahwa jumlah rombel SD tak sebanyak jenjang lainnya karena proses penerimaan anak usia sekolah dasar masih memerlukan pendekatan yang lebih intensif dengan orang tua.

"Pada jenjang SD tantangan pembentukan rombel memang lebih besar. Di usia inilah orang tua kerap belum siap melepas anak tinggal jauh di asrama sehingga proses pendekatan dan meyakinkan keluarga membutuhkan waktu serta pendampingan yang lebih panjang," ujar dia.

Gus Ipul menegaskan seluruh murid Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan kategori kesejahteraan Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Proses seleksi tidak didasarkan pada kemampuan akademik, tapi kondisi sosial ekonomi keluarga yang telah diverifikasi.

"Basisnya adalah DTSEN, yaitu keluarga pada Desil 1 dan Desil 2 yang secara sosial ekonomi berada pada kondisi paling bawah atau prasejahtera. Karena tidak menggunakan tes akademik, maka diperlukan proses adaptasi agar mereka siap mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat," katanya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis