tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) kini aktif menggelar program pemberdayaan untuk warga penerima manfaat bantuan sosial (bansos). Salah satu dari program tersebut berlangsung di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Di sana, Kemensos menggelar pelatihan membuat kerajinan anyaman berbahan enceng gondok. Pelatihan ini berjalan selama 20-23 Maret 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 200 keluarga penerima manfaat (PM) bansos. Para peserta dibagi dalam enam kelompok berdasarkan RW yang ada di Desa Kalisalak.
Ketika berkunjung ke Desa Kalisalak, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyatakan program pelatihan itu adalah hasil kerja sama Ditjen Pemberdayaan Sosial Kemensos dengan perusahaan bernama Out of Asia.
"Out of Asia adalah perusahaan eksportir yang mengirim hasil-hasil kerajinan Indonesia ke berbagai negara, baik itu Amerika atau Eropa," kata Gus Ipul di Balai Desa Kalisalak, Kamis (24/4/2025).
Menurut Gus Ipul, salah satu hasil kerajinan anyaman enceng gondok yang diekspor ialah tempat sampah.
Gus Ipul juga mengajak perusahaan-perusahaan swasta lainnya yang bergerak di bidang ekspor ikut terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat. Program seperti ini, kata dia, dapat memberi kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki usaha.
"Saya ingin mengajak pada kesempatan ini perusahaan-perusahaan sejenis dengan Out of Asia ini untuk melakukan hal yang sama. Jadi kalau masyarakat kita diberi kesempatan, masyarakat kita diberi sedikit keterampilan, ternyata mereka punya semangat yang luar biasa. Hasilnya tidak mengecewakan," ujar Gus Ipul.
"Maka, saya berterima kasih kepada Out of Asia. Ini mudah-mudahan menjadi inspirasi, menggugah perusahaan-perusahaan yang lain untuk bisa melakukan kolaborasi," imbuh dia.
Gus Ipul Dorong Penerima Bansos Naik Kelas
Pada acara yang sama, Gus Ipul menjelaskan program pemberdayaan tersebut bertujuan mendorong semangat penerima manfaat bansos agar bisa naik kelas. Dia berharap warga penerima manfaat segera naik kelas dan tidak bergantung terus dengan bansos.
Dia mengingatkan berbagai bantuan sosial seperti sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), maupun PBI diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Berbagai bantuan itu disalurkan sebagai bentuk perlindungan jaminan sosial dari pemerintah.
"Setelah diberi perlindungan jaminan sosial, bagi yang usia produktif jangan menyerah, jangan cuma kemudian terima (bansos) tok. Tapi semangat untuk naik kelas. Ikut program pemberdayaan," kata Gus Ipul.
Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyampaikan apresiasinya pada program pemberdayaan Kemensos di Desa Kalisalak. Dia berharap program serupa dapat digelar di desa-desa lainnya.
"Saya minta Pak Menteri memang banyak desa-desa yang punya potensi Banyumas. Mudah-mudahan tidak hanya Kalisalak, nanti ada beberapa desa binaan yang akan kita usulkan menjadi binaan Kemensos," ujar Sadewo.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































