Menuju konten utama

Kemenkes Pastikan Saat Ini Indonesia Masih Aman dari COVID-19

Kemenkes memastikan kasus COVID-19 di Indonesia yang terjadi saat ini cenderung ringan, meski memang terjadi peningkatan.

Kemenkes Pastikan Saat Ini Indonesia Masih Aman dari COVID-19
ARSIP FOTO: Tabung tes berlabel "Tes Positif Varian COVID-19 Omicron" terlihat dalam gambar ilustrasi yang diambil Rabu (15/1/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo/WSJ/cfo

tirto.id - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maxi Rein Rondonuwu, mengatakan situasi COVID-19 di Indonesia masih berada di level satu, meski kecenderungan tren kenaikan kasus terjadi di beberapa provinsi di Indonssia.

"Ada beberapa provinsi di Indonesia yang mengalami kenaikan yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, DI Yogyakarta, Sumatera Barat dan Kalimantan Timur," ujar Maxi kepada Tirto, Selasa (5/12/2023).

Meski terjadi peningkatan, Maxi mengatakan potensi mortalitas yang disebabkan oleh COVID-19 saat ini masih rendah.

"Tingkat masuk rumah sakit rendah dan angka kematian mendekati nol," jelas Maxi.

Dihubungi terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan jumlah pasien COVID-19 pada pekan lalu memang mengalami peningkatan enam kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya.

"Pada saat ini di Indonesia ada peningkatan. Biasanya di bawah 40 kasus per minggu, kemarin [26 November sampai 2 Desember 2023[ ada peningkatan sebanyak 267 kasus per minggu," ujar Nadia.

Senada dengan penuturan Maxi, Nadia juga mengatakan kasus COVID-19 yang terjadi saat ini cenderung ringan. Menurut Nadia, walaupun ada peningkatan dari jumlah pasien, tetapi tidak ada peningkatan bagi penderita COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.

Meski cenderung landai, Kemenkes tetap mengimbau masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kami terus mengimbau masyarakat untuk cuci tangan, pakai masker apabila sakit flu, isolasi mandiri dan periksa swab antigen bagi yang bergejala, serta melaporkan hasilnya ke petugas kesehatan," urai Maxi.

Peningkatan kewaspadaan terhadap kasus COVID-19 di Indonesia dilakukan setelah Singapura mengumumkan lonjakan kasus COVID-19. Otoritas kesehatan setempat mengatakan jumlah pasien COVID-19 di Singapura pekan ini mencapai 22.094 kasus.

Pemerintah Singapura memperkirakan lonjakan tersebut diakibatkan oleh musim perjalanan akhir tahun (banyak penduduk yg bepergian) dan menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Epidemiolog, Masdalina Pane menjelaskan bahwa COVID-19 yang kembali mewabah di Singapura merupakan subvarian baru yakni EG5 dan HK3. Subvarian COVID-19 tersebut masih bagian dari Omicron

"Kenaikan kasus di Singapura didominasi oleh subvarian EG5 dan HK3. Virulensinya rendah kecuali pada kelompok risiko tinggi (usia lanjut dan komorbid)," urai Masdalina.

Baca juga artikel terkait COVID-19 atau tulisan lainnya dari Iftinavia Pradinantia

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Iftinavia Pradinantia
Penulis: Iftinavia Pradinantia
Editor: Bayu Septianto