tirto.id - Sejumlah insan, pemerintah daerah, dan mitra strategis menerima penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah atas kontribusi mereka dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menekankan bahwa keberhasilan pelayanan haji merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan, bukan kerja satu pihak saja.
Penghargaan ini, menurutnya, bukan sekadar apresiasi melainkan pengingat bahwa pelayanan terbaik lahir dari dedikasi, integritas, dan kolaborasi.
"Saya berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran dan mitra untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang," ujarnya dikutip keterangan resmi, Minggu (5/7/2026).
Penghargaan tersebut diberikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Pada kategori Purnabakti, penghargaan diberikan kepada Liliek Marhaendro Susilo, Ramlan Sudarto, Munib Maksum, Jauhar Mustafa, dan Mohlis Hasan atas pengabdian mereka dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Untuk kategori provinsi dengan Serapan Kuota Haji Tertinggi, penghargaan diterima oleh Kepulauan Riau, Bengkulu, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Gorontalo, dan Sulawesi Barat yang berhasil mengoptimalkan pemanfaatan kuota haji.
Pada kategori Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), PT Patuna Mekar Jaya meraih penghargaan sebagai PIHK dengan jumlah jemaah terbanyak, yakni 1.008 jemaah, sekaligus dinilai konsisten mematuhi regulasi penyelenggaraan haji khusus.
Sementara pada kategori Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), KBIHU Nurul Hayat menerima penghargaan atas layanan unggul, keberhasilan meraih sertifikasi ISO, serta kontribusinya dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi haji melalui pengelolaan daging dam di dalam negeri.
Irfan juga memberikan penghargaan kepada provinsi dengan Kepatuhan Pengawasan Istitha'ah Kesehatan Terbaik, yaitu Gorontalo, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Apresiasi lintas sektor turut diberikan kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Kepolisian Negara Republik Indonesia atas dukungan mereka terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Lebih jauh, Irfan mengingatkan para penerima penghargaan agar tidak cepat berpuas diri. Capaian ini harus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.
"Mari kita jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan haji yang semakin profesional, berintegritas, dan semakin memuliakan jemaah Indonesia," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan evaluasi pelayanan haji dilakukan secara komprehensif agar setiap perbaikan yang dilakukan mampu menjawab kebutuhan jemaah sekaligus memperkuat kualitas penyelenggaraan haji pada tahun-tahun mendatang.
"Setiap tahapan penyelenggaraan haji kami evaluasi secara komprehensif. Pengalaman di lapangan dan data yang terkumpul menjadi landasan utama dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah," ujar Puji.
Sebagai tindak lanjut hasil evaluasi, Ditjen Bina PHU menyiapkan sejumlah strategi mitigasi, di antaranya penguatan pembinaan manasik yang lebih terintegrasi, peningkatan kompetensi petugas, penyempurnaan layanan pada fase Armuzna, perbaikan tata kelola logistik, serta penguatan pelayanan bagi jemaah berkebutuhan khusus, termasuk pelaksanaan safari wukuf dan badal haji.
Seluruh langkah tersebut dirancang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan jemaah.
Bagi Kemenhaj, evaluasi bukan sekadar mengukur capaian penyelenggaraan, tetapi menjadi fondasi dalam membangun tata kelola haji yang modern, adaptif, dan berkelanjutan.
Seluruh rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakernas akan ditindaklanjuti menjadi rencana aksi yang implementatif sebagai bagian dari penguatan sistem penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






























